Titik Terang Perjuangan Nasabah Bank Century Cabang Tanah Abang

Titik Terang Perjuangan Nasabah Bank Century Cabang Tanah Abang

- detikFinance
Senin, 20 Apr 2009 16:53 WIB
Titik Terang Perjuangan Nasabah Bank Century Cabang Tanah Abang
Jakarta - Perjuangan nasabah PT Bank Century Tbk (BCIC) yang menjadi korban penipuan produk PT Antaboga Delta Sekuritas menemui titik terang. Kepala Cabang BCIC Tanah Abang menandatangani pernyataan yang diajukan nasabah.

"Kepala Cabang dan tim asistensi akhirnya mau menandatangani surat pernyataan yang kami ajukan," ujar Raty, salah seorang nasabah BCIC di kantor cabang BCIC Tanah Abang, Senin (20/4/2009).

Berdasarkan pengamatan detikFinance di lokasi, sepanjang aksi penagihan bersama memang sempat terjadi kericuhan. Menjelang jam operasi bank berakhir, suasana semakin panas lantaran awalnya Kepala Cabang BCIC Tanah Abang Yuliana Hakim menolak tanda tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi setelah negosiasi akhirnya dia mau tanda tangan. Hanya saja ada satu poin yang dihapus," ujar Raty.

Poin-poin utama dalam surat pernyataan tersebut antara lain: kepastian pengembalian dana nasabah, manajemen baru BCIC (LPS) menyelesaikan proses hukum dengan manajemen lama (Robert Tantular).

"Nasabah hanya tahu setorkan dana ke BCIC, jadi wajar kalau kami menuntut ke BCIC," ujar Raty.

Semula ada satu poin utama lainnya. Namun poin tersebut dihapus lantaran kepala cabang dan tim asistensi BCIC menolak tanda tangan surat pernyataan jika poin tersebut dimasukkan.

"Poin tersebut berisi permintaan nasabah agar manajemen BCIC bisa segera memberikan jawaban terkait sejumlah tuntutan nasabah. Tapi akhirnya dihapus. Kelihatannya karena manajemen pun sebenarnya tidak tahu posisi mereka seperti apa, sehingga tidak berani memberikan jawaban," ujar Raty.

Menurut Freedy, salah seorang nasabah lainnya, penghapusan poin tersebut telah menunjukkan itikad tidak baik manajemen BCIC dalam upaya menyelesaikan masalah.

"Masak hanya komitmen memberikan jawaban saja mereka tidak mau tanda tangan. Alasan mereka, itu dilarang oleh atasan. Ini menunjukkan itikad tidak baik," keluh Freedy.

Freedy menekankan, dalam surat tersebut tidak ada tuntutan kalau BCIC harus segera mengucurkan dana nasabah, melainkan hanya memberikan komitmen kapan ada jawaban.

"Tapi untuk menandatangani poin itu saja mereka tidak berani. Ini kan aneh. Sepertinya ada yang ditutup-tutupi. Kalau mereka yakin dengan posisi mereka, kenapa mereka takut memberikan komitmen untuk menjawab?," ujar Freedy.

Kendati demikian, nasabah cukup senang ketika akhirnya staf BCIC bersedia menandatangani surat tersebut, meski ada satu poin yang dihilangkan.

Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Cabang BCIC Tanah Abang Yuliana Hakim, Tim Asistensi BCIC Roland dan sekitar 17 nasabah.

"Surat ini akan kita ajukan ke direksi BCIC dalam waktu dekat. Kita harap dengan adanya surat ini, akan ada titik terang," ujar Raty.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads