Demikian disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (20/4/2009).
"CGIIM ini dimaksudkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pencarian alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang berkedudukan di kawasan ASEAN+3 di tengah krisis ekonomi global," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal tersebut (biaya murah) dapat tercapai karena melalui mekanisme penjaminan CGIM, perusahaan penerbit obligasi akan meningkat ratingnya sehingga mencapai tingkat rating investment grade," jelas Anggito.
Perusahaan-perusahaan swasta di ASEAN+3 dapat memperoleh fasilitas ini jika mereka ingin menerbitkan obligasi di kawasan negara ASEAN+3. "Namun perusahaannya akan diseleksi oleh ADB," ujar Anggito.
Untuk modal awal CGIMN, ASEAN+3 sepakat untuk membentuk dana (fund) sebesar US$ 500 juta yang akan dikelola oleh ADB dalam bentuk trust fund. Negara-negara ASEAN+3 adalah, negara-negara di kawasan ASEN ditambah Jepang, Korsel dan Cina.
(dnl/qom)











































