Produksi Antam Triwulan I-2009 Sesuai Target

Produksi Antam Triwulan I-2009 Sesuai Target

- detikFinance
Selasa, 21 Apr 2009 09:07 WIB
Produksi Antam Triwulan I-2009 Sesuai Target
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah memproduksi feronikel dan emas sesuai target pada triwulan I-2009. Hanya bauksit saja yang produksi kurang dari target. 

Pada kuartal pertama 2009, Antam telah memproduksi 3.700 - 3.800 ton feronikel. Target produksi feronikel tahun ini sekitar 12 ribu ton.
 
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Antam Tbk Alwin Syah Loebis di sela-sela Energy And Mineral Resources Bussiness Gathering and Gala Dinner With Minister of Energy and Mineral Resource, di Hotel Ritz Carlton Pasicif Place, Jakarta, Senin (20/4/2009).
 
"Untuk volume feronikel masih sesuai targetlah. Sebesar 25 persen dari target tahun ini yaitu 12 ribu ton, sekitar 3.700 sampai 3.800 ton," ujar Alwin.
 
Begitupun dengan emas, lanjut Alwin, 25 persen dari target produksi tahun ini sekitar 2,8 ton telah tercapai. "Pada kuartal pertama produksi emas telah mencapai 700 ribu kilo. Jadi untuk emas sudah  sesuai target," kata Alwin.
 
Menurut Alwin, hanya produksi bauksit saja yang tidak mencapai target. "Cuma bauksit yang kurang, tidak sampai 25 persen. Dari target sekitar 1 juta ton, ini belum sampai 250 ribu ton produksinya," katanya.
 
Meskipun produksinya telah mencapai target yang ditetapkan untuk kuartal pertama tahun ini, Namun Alwin mengaku angka produksi kuartal pertama tahun ini lebih rendah dari produksi PT Antam pada periode yang sama tahun lalu.

"Saya lupa angka, tapi produksi kuartal pertama  tahun lalu lebih tinggi dibanding tahun ini," ucap Alwin.
 
Alwin menyatakan tahun ini pihaknya memang menurunkan target  produksinya. Misalnya untuk volume produksi feronikel turun 30 persen dari realisasi tahun 2008 sekitar 17 ribu ton menjadi 12 ribu ton. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kondisi sekarang kita memang menurunkan produksi tahun ini karena lagi krisis jadi permintaan menurun. Selain harga turun, permintaan juga turun. jelas pendapatan nantinya akan maka lebih rendah dari tahun lalu."
 
Alwin juga belum bisa memperkirakan kapan permintaan nikel dunia akan kembali bangkit. "Kita belum bisa prediksi. Namun saat ini  harganya sudah mulai baik dari Rp 10.000 per ton menjadi Rp 12.000 per ton. Lagipula stok nikel di dunia masih tinggi jadi belum bisa diprediksi," ungkapnya.

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads