"Selama periode Januari hingga Maret 2009, kami berhasil meningkatkan produksi harian menjadi 30.000 MBOEPD," ujar VP Investor Relations ENRG, Herwin Hidayat di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Padahal, target produksi harian sebesar 30.000 MBOEPD tersebut semula merupakan target untuk sepanjang tahun 2009. Namun rupanya, pencapaian target tersebut sudah diraih perseroan hanya dalam 3 bulan pertama 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Herwin menyatakan perseroan belum akan mengubah target produksi harian tahun 2009. Perseroan tetap menargetkan produksi migas harian sebesar 30.00 mboepd di 2009.
"Kami belum ada rencana revisi target. Kami tetap konservatif saja. Kalau memang nanti di akhir tahun bisa lebih tinggi lagi, ya kami anggap itu bonus," ujarnya.
Tahun 2008, produksi migas harian perseroan sebesar 25.100 mboepd. Harga rata-rata minyak yang diterima perseroan di tahun 2008 sebesar US$ 96,4/barel, naik drastis 31,51% dibanding posisi akhir 2007 di level US$ 73,3/barel.
Harga rata-rata gas yang diterima perseroan sebesar US$ 2,8/mcf (1.000 kaki kubik), naik 7,69% dibanding tahun 2007 di level US$ 2,6/mcf.
Tahun ini, ENRG menargetkan harga gas di atas US$ 3/mcf. Untuk harga minyak, perseroan kemungkinan akan menggunakan patokan US$ 40/barel.
Mengenai proyeksi kinerja tahun 2010, Herwin optimis akan dapat meningkatkan produksi hingga 75.000 MBOEPD. Peningkatan terutama akan dikontribusikan dari beroperasinya salah satu ladang gas perseroan di awal 2010.
"Salah satu ladang gas kita akan mulai produksi di 2010. Jika sesuai target, produksi migas harian kami bisa naik hingga 75.000 MBOEPD maka di akhir 2010," ujar Herwin.
(dro/ir)











































