"Kami sedang menjajaki dual listing Humpuss Sea Transport di SSX dan BEI," ujar Presiden Direktur HITS, Antonius W Sumarlin dalam jumpa pers di Setiabudi Building, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Semula, penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) Humpuss Sea Transport hanya akan dilakukan di SSX. Namun, perseroan menerima usulan agar Humpuss Sea Transport juga listing di BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Antonius memastikan bahwa rencana go public anak usahanya itu sudah menjadi rencana final, entah hanya listing di SSX maupun akhirnya dual listing di SSX dan BEI.
"Rencana go public Humpuss Sea Transport tetap dilaksanakan, tinggal nanti bagaimana jadinya apakah dual listing atau tidak. Kemungkinan listing akan dilakukan pada awal 2010," ujarnya.
Sayangnya, Antonius belum dapat memberikan besaran saham yang akan dilepas maupun target dana perolehan IPO Humpuss Sea Transport. "Besarannya masih dibahas. Nanti deh kalau sudah final bisa kita umumkan," ujar Antonius.
Pangkas Capex 2009
Perseroan telah memangkas anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2009. Semula, HITS menganggarkan capex US$ 150 juta. Kini capex perseroan sebesar US$ 23 juta.
"Capex kami pangkas karena memang kebijakan kami untuk memangkas pendanaan eksternal. Capex US$ 23 juta itu akan difokuskan untuk mengembangkan PT Humpuss Transportasi Curah," ujar Antonius.
Rencananya, pada 30 April 2009 Humpuss Transportasi Curah akan menandatangani perjanjian dengan PT Dok dan Perkapalan, anak usaha PT Timah Tbk (TINS).
"Humpuss Transportasi Curah akan membangun 7 buah kapal Thug and Barge di PT Dok dan Perkapalan. Pembangunan kapal rencananya akan dilakukan pada semester II-2009 dan diharapkan pada semester I-2010 sudah bisa operasi," ujar Antonius.
Pendanaannya akan menggunakan fasilitas pinjaman siaga (standby loan facility) yang masih dimiliki perseroan di PT Dok dan Perkapalan. Besaran yang akan disepakati pada 30 April 2009 masih dibahas.
"Besaran standby loan yang akan kami gunakan masih dibahas. Finalisasinya saat MoU dengan PT Dok dan Perkapalan pada 30 April nanti," ujar Antonius.
(dro/ir)











































