Demikian dikatakan Director Head of Equity Research PT Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo, dalam Macroeconomic Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (21/4/2009). Pada penutupan perdagangan saham hari ini, saham BUMI ditutup turun Rp 30 menjadi RP 1.450.
"Dengan melihat fundamental perusahaan serta membaiknya harga komoditas merupakan hal utama BUMI untuk mengerek harga sahamnya, harga saham BUMI bisa menyentuh level Rp 1.700," ujar Ari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang banyak main sepuluh besar broker lokal, kecuali CLSA dan CIMB GK. Negara bagian Eropa dan Amerika juga sama sekali tidak ada, artinya volatilitas sangat tinggi. support yang suistanable sangat dibutuhkan, khususnya dari asing yang berminat beli untuk jangka panjang agar harganya terjaga," paparnya.
Saham BUMI memainkan peranan yang cukup besar mengingat kapitalisasinya yang besar. Ketika saham BUMI terpuruk di bawah Rp 1.000, IHSG pun ikut terpuruk jauh. Saat krisis global melanda, saham BUMI sempat mencapai titik terendahnya di bawah Rp 500.
Berikut harga terendah saham BUMI tiap tahun dalam satu dasawarsa terakhir adalah:
- 2007: Rp 6.000
- 2006: Rp 700
- 2005: Rp 760
- 2004: Rp 800
- 2003: Rp 500
- 2002: Rp 20
- 2001: Rp 30
- 2000: Rp 170
- 1999: Rp 275.
(dru/qom)
