Pelemahan indeks hari ini terlihat lebih digerakkan oleh investor ritel sementara investor asing membukukan net sell tipis Rp15 miliar atau sekitar 27% dari total transaksi.
Pada awal perdagangan indikator penggerak indeks masih menunjukkan penguatan, minyak naik 0.4% ke US$48.72/brl, emas +0.1%, gas +0.9% sedangkan harga kontrak coal hanya terkoreksi tipis 0.1%. Bursa asia juga mengalami penguatan, Hang Seng +0.24%, Shanghai +0.6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turunnya indeks hari ini dipicu manuver politik Golkar dengan memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat. Investor melihat dengan pisahnya Golkar-PD akan mengancam manuver bisnis grup Bakrie yang sekarang menjabat sebagai Menko Kesra di pemerintahan. Imbasnya saham-saham grup Bakrie hari ini tumbang.
Hari Bumi rupanya memaksa BUMI untuk kembali mem-bumi dengan anjlok 15.17% ke Rp1.230, UNSP -13.8% ke Rp465, ENRG -20.9% ke Rp170, DEWA -22.15%, ELTY -9.63%.
Stabilnya kondisi politik sebelum pecahnya koalisi PD-Golkar serta menguatnya rupiah kami lihat sebagai faktor euforia investor beberapa hari terakhir meski tanpa didasari faktor fundamental yang cukup kuat. Indeks besok diperkirakan masih cenderung bergerak konsolidasi menyikapi kondisi politik tanah air.
(etr/qom)











































