"Pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 20,8 miliar atau sebesar Rp 5 per saham," ujar Direktur Utama BLTA, Widiharja Tanudjaja usai RUPS Tahunan di Four Seasons, Jakarta, Rabu (22/4/2009).
Pada tahun 2008, BLTA membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun. Pemegang saham menyetujui menempatkan hampir seluruh laba bersih sebagai laba ditahan guna mengantisipasi kebutuhan perseroan di tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika mengacu pada nilai laba bersih perseroan tahun 2008, porsi dividen memang sangat kecil, hanya sebesar 1,39%. Namun sebagaimana dikatakan Kevin, saldo laba ditahan perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi kebutuhan dana di tengah kondisi ekonomi tak menentu tahun ini.
Sayangnya, Kevin belum dapat merinci spesifik mengenai rencana perseroan terhadap laba ditahan yang mencapai Rp 1,497 triliun tersebut.
"Tentunya untuk pengembangan usaha perseroan tahun ini. Bentuknya masih dibahas sambil berjalan," ujar Kevin.
(dro/qom)











































