"Pekan depan kami akan mengubah taktik penagihan dana. Rupanya penagihan bersama secara serentak kurang mampu membuat BCIC mau mengganti dana kami," ujar Z Siput, koordinator nasabah BCIC-Antaboga seluruh Indonesia, Kamis (23/4/2009).
Sejak Senin, 20 April 2009, ribuan nasabah BCIC-Antaboga memang menggelar aksi penagihan bersama di seluruh kantor cabang BCIC. Pada hari pertama, aksi tersebut sempat ricuh dan membuat manajemen BCIC gentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengakuan salah seorang nasabah bernama Ratih yang ditemui detikFinance di kantor cabang BCIC Hayam Wuruk Rabu kemarin, nasabah memang mulai mengubah taktik yang digunakannya.
Dari semula serentak dilakukan di kantor-kantor cabang masing-masing nasabah dulu membeli produk Antaboga, berubah mulai terkonsentrasi ke beberapa kantor cabang saja.
"Pada pekan depan, kami akan lebih mengkonsentrasikan aksi ke satu kantor cabang secara satu per satu. Jadi aksi tidak lagi dilakukan secara serentak di sejumlah kantor cabang. Mulai pekan depan, seluruh nasabah yang bisa partisipasi kami ajak berkumpul di satu kantor cabang per hari," ujar Siput.
Siput menjelaskan, nasabah-nasabah akan diimbau untuk bergerak secara gerilya bersama-sama ke satu kantor cabang yang akan diputuskan bersama untuk menggelar aksi penagihan.
"Misalnya, hari ini semua nasabah aksi di satu kantor cabang, besok bersama-sama pindah ke kantor cabang lain. Begittu seterusnya. Jadi satu hari kami fokus ke satu kantor cabang," ungkap Siput.
Sayangnya, Siput belum menyebutkan kantor cabang mana yang akan dijadikan sasaran pertama pada pekan depan. Sepertinya, kerahasiaan sasaran penting dijaga nasabah agar manajemen BCIC tidak bisa mengetahui pasti kantor cabang mana yang akan dituju.
Namun yang jelas, Siput memastikan bahwa mulai pekan depan aksi akan disertai tuntutan pada kepala cabang BCIC setempat agar mau menutup operasi kantor jika tidak bisa memenuhi tuntutan nasabah.
"Tentunya tuntutan penutupan kantor cabang akan dilakukan dengan proses negosiasi dengan kepala cabang setempat. Kami tidak ingin aksi ini melanggar hukum," ujar Siput.
Menurut Siput, pada dasarnya para kepala cabang cenderung berpihak pada nasabah karena para kepala cabang sebenarnya tidak terima pernyataan manajemen yang selalu mengatakan kalau pemasaran produk Antaboga dilakukan oleh oknum, bukan BCIC secara institusional.
"Waktu itu kita berhasil memperoleh tanda tangan 200 karyawan BCIC untuk menolak pernyataan manajemen soal oknum. Banyak kepala cabang sebenarnya tidak terima dijadikan kambing hitam dan dituding sebagai oknum. Padahal, menurut banyak kepala cabang, pemasaran produk Antaboga dilakukan secara institusional," jelas Siput.
Oleh sebab itu, Siput yakin kalau taktik baru yang akan diterapkan nasabah mulai pekan depan akan bisa membuat manajemen BCIC sedikit bergeming dari posisinya saat ini yang dinilai Siput selalu berkelit dari tanggung jawabnya pada nasabah.
Ketua Tim Asistensi Bank Century Umar Ulin Lega ketika diminta konfirmasi soal aksi-aksi yang nasabah, Rabu kemarin (22/4/2009) mengatakan sejauh ini manajemen masih melihat apa yang akan dilakukan. Bank Century akan menempuh jalur hukum jika sampai aksi nasabah mengganggu operasional bank.
Sebelumnya Maryono, Direktur Utama PT Bank Century Tbk dalam siaran pers, Senin (20/4/2009) mengatakan manajemen tidak mempunyai kewenangan untuk memenuhi klaim para investor sebab kewenangan.
"Kami hanyalah sebatas kewenangan pengelolaan dan operasional Bank Century. Kalau kami memenuhi klaim tersebut, justru malah kami yang melawan hukum. Kami ingin selalu taat azas," ujar Maryono.
Nasabah tetap ngotot Bank Century untuk melakukan pembayaran. Nasabah yakin produk yang dibelinya dari Antaboga terkait erat dengan Bank Century karena ada kesamaan 4 digit awal nomor rekening BCIC dengan 4 digit awal kode produk Antaboga.
Namun Ketua Tim Asistensi BCIC Umar Ulin Lega membantah bahwa kesamaan 4 digit awal kode tersebut merupakan bukti keterlibatan BCIC dalam penerbitan produk Antaboga.
"Mungkin begini, jadi mereka memberikan kode yang sama, barangkali untuk pengenalan asal-usul nasabah dulunya membeli di kantor cabang mana. Saya kira kesamaan kode tersebut hanya untuk memudahkan saja, bukan menunjukkan kalau BCIC ikut dalam penerbitan produk tersebut," jelas Umar, Rabu (23/4/2009).
(dro/ir)










































