Belum jelasnya konstelasi politik menjelang pemilihan presiden membuat pelaku pasar lebih hati-hati investasi ke rupiah dan IHSG. Namun pelemahan rupiah dan IHSG bukan semata karena tingginya tensi politik dalam negeri tapi lebih karena faktor global.
"Pelemahan rupiah lebih karena faktor global dimana investor sedang menunggu stress test perbankan AS pada 5 Mei mendatang. Soal pecahnya koalisi Demokrat-Golkar hanya memberikan efek psikologis saja bukan faktor utama," kata Treasury Division Head Bank NISP, Suryanto Chang dalam perbincangannya dengan detikFinance, Kamis (23/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 59.619 kali, dengan volume 6,214 miliar unit saham, senilai Rp 1,858 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 114 saham turun dan 39 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 60 menjadi Rp 1.170, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 13 menjadi Rp 60, Darma Henwa (DEWA) turun Rp 20 menjadi Rp 103, Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) turun Rp 1 menjadi Rp 78 dan Bakrie Telecom (BTEL) Rp 10 menjadi Rp 82.
Sedangkan bursa saham Asia di sesi siang ini kebanyakan menguat seperti KOSPI naik 0,67%, Hang Seng naik 0,9%, Nikkei naik 0,37%, STI Singapura naik 0,07% dan Taiwan naik 0,27%.
(ir/qom)











































