Penunjukkan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan memasuki lantai bursa melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering di awal tahun 2010.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan Eddy Porwanto usai paparan publik kinerja Garuda 2008 di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (23/4/2009).
"Semester kedua nanti kita tunjuk underwriter sekaligus lakukan valuasi nilai," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya masih belum menentukan apakah akan menunjuk sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta.
"Nanti kita lihat lah," ujarnya.
Ia mengatakan, hingga saat ini perseroan masih akan berkonsentrasi untuk merestrukturisasi utangnya sebelum bisa melangsungkan IPO di tahun depan.
"Kita fokuskan restrukturisai (utang) secepatnya. Harapan kita Juni (2009) bisa selesai semua," ungkapnya.
Hingga saat ini posisi total utang BUMN aviasi tersebut mencapai US$ 650 juta dengan komposisi 60 persen dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan 40 persen dalam rupiah.
(ang/lih)











































