Ketika perdagangan terhenti akibat sistem JATS-NextG yang mati, IHSG turun 19,479 poin (1,21%) ke posisi 1.595,753.
Perdagangan saham ketika itu mencatat transaksi sebanyak 74.447 kali, dengan volume 7,559 miliar unit saham, senilai Rp 2,314 triliun. Sebanyak 37 saham naik, 118 saham turun dan 41 saham stagnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan posisi terakhir harga saham yang naik diantaranya Mitra Rajasa (MIRA) naik Rp 20 menjadi Rp 690, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 40 menjadi Rp 1.010 dan Truba Alam Manunggal engineering (TRUB) naik Rp 1 menjadi Rp 80.
Sebelumnya pada penutupan perdagangan saham sesi siang, Kamis (23/4/2009) IHSG melemah 20,625 poin (1,28%) menjadi 1.594,607.
Kerusakan sistem transaksi di Bursa Efek Indonesia ternyata cukup serius. Error yang terjadi di JATS-NextG ikut merusak Disaster Recovery Center (DRC) alias sistem backup BEI. Akibatnya, BEI tidak bisa menyalakan sistem backup.
Gangguan yang terjadi dalam sistem perdagangan di BEI ini adalah untuk kedua kalinya dalam satu hari. Transaksi kedua terdeteksi macet sejak pukul 14.26.51 JATS.
Sebelumnya pada perdagangan Sesi I sekitar pukul 09.30 JATS hingga 09.45 JATS, Kamis (23/4/2009) sistem perdagangan BEI juga mengalami gangguan.
Gangguan yang pertama terjadi karena ada sejumlah pesanan berulang atas saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yang diorder melalui Trimegah Securities (LG) sebanyak 220.000 kali.
(ir/qom)











































