Bank sentral diketahui masuk ke pasar untuk menjaga rupiah agar tak kembali melemah ke 11.000 per dolar AS. Namun intervensi ke BI relatif kecil dan hanya bersifat jaga-jaga.  Â
Pada perdagangan valas pukul 17.30 WIB, Kamis (23/4/2009) rupiah melemah 75 poin ke level 10.875 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga ke posisi 10.975 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan rupiah lebih karena faktor global dimana investor sedang menunggu stress test perbankan AS pada 5 Mei mendatang. Soal pecahnya koalisi Demokrat-Golkar hanya memberikan efek psikologis saja bukan faktor utama," kata Treasury Division Head Bank NISP, Suryanto Chang dalam perbincangannya dengan detikFinance, Kamis (23/4/2009).
Suryanto menilai pelemahan rupiah masih dalam koreksi yang sehat. "Setelah kenaikan yang tajam pekan sebelumnya, koreksi terhadap rupiah ini masih dalam batas yang wajar," katanya.
Sementara mata uang Asia bergerak bervariasi seperti rupee India menguat 0,66%, yen Jepang melemah 0,16%, won Korea melemah 0,14%, peso Filipina menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,44%, bath Thailand menguat 0,2% dan dolar Taiwan menguat 0,14%.Â
(ir/qom)











































