"BEI terkait masalah teknis yang dihadapi itu akan bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah ini ke depan, saya sudah menanyakan hal itu ke Kepala Bapepam dan Dirut BEI agar menyelesaikan masalah tersebut," tuturnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (23/4/2009).
Dengan matinya sistem IT BEI pada Kamis kemarin, Sri Mulyani setidaknya meminta dua hal kepada BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani juga meminta BEI untuk menyampaikan penjelasan mengenai matinya sistem IT tersebut.
"Mereka (BEI) nanti akan menyampaikan kepada saya, apakah ada hal-hal yang sifatnya fundamental yang harus diselesaikan," tukasnya.
Perdagangan saham di BEI kemarin mengalami gangguan akibat penumpukan pesanan masuk secara bersamaan ke JATS-NextG.
Hal itu terjadi setelah adanya pembatalan 220 ribu pesanan (withdraw order) PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) atas saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) diduga justru menambah beban memori sistem JATS-NextG. Sistem JATS-NextG terpaksa dihentikan.
Gangguan yang terjadi dalam sistem perdagangan di BEI terjadi 2 kali dalam satu hari. Sebelumnya pada perdagangan Sesi I sekitar pukul 09.30 JATS hingga 09.45 JATS, Kamis (23/4/2009) sistem perdagangan BEI juga mengalami gangguan. Gangguan transaksi kedua terdeteksi macet sejak pukul 14.26.51 JATS.
Namun BEI memastikan perdagangan Jumat ini sudah kembali normal. BEI juga akan memutuskan apakah akan ada sanksi bagi Trimegah atau tidak.
(dnl/qom)











































