Pada sesi awal, investor terlihat tetap optimis seiring pergerakan bursa Asia dan Dow yang memberi sentimen positif sehingga membawa IHSG menguat. Namun pada sesi 2 dengan Bursa Asia yang akhirnya ditutup terkoreksi, IHSG kembali bergerak melemah dan akhirnya rebound setelah bursa Eropa dibuka menguat.
Investor terlihat lebih memanfaatkan strategi one-day trading untuk mengurangi resiko menahan saham selama libur.
Indeks akhirnya ditutup melemah tipis 1.3 poin (-0.09%) ke level 1591.3 setelah investor melakukan aksi profit taking pada saham-saham sektor mining dan Telco. Trading value hari ini kembali melemah hanya sekitar Rp2.98 triliun dengan volume hanya sekitar 19.52 juta lot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor Telco kembali mengalami koreksi dipimpin oleh TLKM yang kembali meneruskan trend bearish jangka pendeknya dengan melemah 150 poin (2%) ke level 7.200, diikuti ISAT -0.9% dan EXCL -14.2%. Sektor metal mining juga bergerak melemah dengan trio ANTM, INCO, TINS melemah -1.5%, -1.7% dan -0.7%.
Saham grup Bakrie kembali unjuk gigi hari ini dengan penguatan pada BUMI +7.5%, UNSP +20%, ELTY 4.3%, ENRG +2.4%, BTEL +12% dan DEWA +6.6%. Namun saham induk grup Bakrie sendiri masih berada dalam tekanan dengan melemah -3.3% ke level 57.
Sektor CPO juga bergerak menguat seiring penguatan harga CPO di Malaysia yang akhirnya menembus level RMY2.620/ton. AALI +5.3%, LSIP +10.6%, SGRO +6.2% dan TBLA +7.6%.
Indeks pada pekan depan diperkirakan akan berada dalam trend konsolidasi dan bergerak sideways pada kisaran indeks 1560 - 1662, sambil menunggu sentimen positif baru yang mampu menggerakkan pasar, seperti data infasi April dan ekpektasi penurunan BI Rate.
(etr/qom)











































