Selain aksi ambil untung, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terganggu pecahnya koalisi Golkar-Demokrat dan rusaknya sistem perdagangan saham.
Alhasil, sepanjang pekan ini, IHSG telah membuang sebanyak 43,454 poin yang berbeda jauh dengan pekan sebelumnya yang justru meraup tamabahn 169,04 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kajian saham selama sepekan dari Panin Sekuritas, Sabtu (25/4/2009).
Review :
Sepanjang pekan lalu IHSG ditutup melemah -2,66% pada 1.591,34. Aksi profit taking menerpa indeks menyusul sentimen negatif dari politik dalam negeri dimana dua partai sentral yang menguasai pemerintahan saat ini memutuskan untuk tidak berkoalisi pada pemerintahan mendatang. Pasar memandang meningkatnya tensi politik berpotensi menganggu kestabilan nasional. Selain itu, banyak pelaku pasar yang juga menilai bahwa koalisi antara Partai Golkar dan SBY/Partai Demokrat merupakan komposisi paling ideal pada pemerintahan mendatang.
Nilai tukar rupiah juga terlihat bergerak cenderung melemah pada pekan lalu. Tekanan jual terlihat melanda saham-saham grup Bakrie yang sepekan sebelumnya menikmati kenaikan signifikan. Sementara dari eksternal, bursa regional juga masih menanti hasil stress test terhadap sektor perbankan di AS. Indeks Dow Jones terlihat bergerak relatif stabil di kisaran 7.900-8.000.
Rekomendasi:
Pekan ini kami perkirakan pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain angka inflasi bulanan, kemudian sidang FOMC (30/4/2009). Selain itu, laporan kinerja 1Q-09 baik juga akan menjadi fokus perhatian investor.
Secara teknikal, dari weekly chart dapat kita lihat IHSG ditutup diatas upper Bollinger band. Volume yang lebih rendah juga mengindikasikan investor melakukan pola 'wait & see' terhadap perkembangan politik dan ekonomi makro lebih lanjut. Arah tren menunjukkan menguat/bullish yang dimulai sejak awal Maret. Kisaran support-resistance 1.560-1.648.
(ir/ir)











































