Dari 9 perusahaan semen yang tergabung dalam Asosiasi Semen Indonesia (ASI),--minus Semen Kupang,-- hanya 3 perusahaan yang mengalami pertumbuhan yakni Semen Bosowa, Semen Andalas dan Semen Tonasa.
Sedangkan 5 perusahaan lainnya yang kebanyakan berbasis di Pulau Jawa mengalami penurunan penjualan dengan pelemahan terdalam dialami PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Danareksa Chandra Pasaribu memberikan peringkat downgrade untuk saham SMGR menjadi sell. "Saat ini harga saham SMGR telah melampaui target price (TP) kami. TP baru kami adalah Rp 4.250 , sell atau downgrade dari rekomendasi sebelumnya Rp 4.100 buy," ujar Chandra.
Ada kekhawatiran bahwa pertumbuhan industri semen tahun ini akan melambat disebabkan kondisi ekonomi yang belum pulih. "Top picks kami adalah INTP dikarenakan valuasi yang atraktif dan biaya produksi yang defensif," katanya.
Berikut data penjualan semen triwulan I-2009 (dalam ton):
- Andalas 24.431
- Baturaja (24.615)
- Bosow a 118.249
- Gresik (15.398)
- Indocement (415.010)
- Holcim (116.777)
- Padang (98.200)
- Tonasa 19.537
(ir/ir)











































