Pasca Mesin Error, Bapepam Belum Minta BEI Ubah Sistem Transaksi

Pasca Mesin Error, Bapepam Belum Minta BEI Ubah Sistem Transaksi

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 12:24 WIB
Pasca Mesin Error, Bapepam Belum Minta BEI Ubah Sistem Transaksi
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum putuskan apakah akan mengubah kembali sistem transaksi bursa pasca matinya sistem tersebut pada hari Kamis pekan lalu.
Β 
Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (27/4/2009).
Β 
"Kita masih akan mempelajari laporan tertulis yang disampaikan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia), apa masalahnya dan sistemnya bagaimana, jadi belum ada keputusan," jelasnya.
Β 
Dari laporan yang disampaikan oleh BEI, Nurhaida mengatakan kematian sistem transaksi di BEI disebabkan karena adanya kesalahan input data dari salah satu Anggota Bursa.
Β 
"Jadi nanti detailnya akan kita tanya secara lisan kepada BEI," imbuhnya.
Β 
Sementara itu, mengenai rencana pertemuan dengan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah di kantornya saat ini, Nurhaida mengatakan pertemuan tersebut tidak terkait dengan matinya sistem transaksi bursa.
Β 
"Saya mau rapat sama Pak Erry untuk membahas mengenai aturan margin trading," tukas Nurhaida.

BEI sendiri sudah memberikan sanksi berupa penghentian sementara aktifitas perantara perdagangan saham (suspensi) pada PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) terhitung Sesi I hari ini, Jumat (24/4/2009) karena order Trimegah memicu kerusakan sistem di BEI pada Kamis lalu (23/4/2009).

Namun pada Senin ini Trimegah sudah bisa melakukan transaksi saham di lantai bursa meskipun untuk perdagangan jarak jauh atau remote trading masih dilarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem internal Trimegah di kantor cabang Medan, Sumatera bagian Utara, telah mengalami gangguan yang menyebabkan gangguan sistemik pada seluruh sistem JATS-NextG. Seluruh perdagangan di BEI terpaksa dihentikan sejak pukul 14.26.51 waktu JATS hingga penutupan perdagangan pukul 16.00 JATS pada Kamis lalu.

(dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads