Excelcom Jajaki Convertible Bond

Excelcom Jajaki Convertible Bond

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 13:33 WIB
Excelcom Jajaki Convertible Bond
Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) menjajaki kemungkinan menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2009.

"Penerbitan convertible bond merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji," ujar Presiden Direktur EXCL, Hasnul Suhaimi di hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Tahun ini, perseroan menganggarkan capex sebesar US$ 600-700 juta. Dananya akan digunakan untuk membangun 1000-2000 Base Transceiver Station (BTS) sebesar 90%, sisanya untuk pengembangan teknologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal, pinjaman bank dan pasar modal," ujar Hasnul.

Sejauh ini, pinjaman yang telah diperoleh perseroan sebesar US$ 400 juta dari EKN. Pinjaman EKN tersebut, sebesar US$ 200 juta sudah dicairkan tahun lalu dan sebesar US$ 200 juta akan dicairkan tahun ini untuk mendanai capex.

"Besaran kas internal masih belum ditentukan, karena kami masih mengkaji opsi-opsi pendanaan dari pasar modal," jelas Hasnul.

Beberapa waktu yang lalu, perseroan mengkaji kemungkinan menerbitkan saham baru (rights issue) hingga US$ 200 juta. Namun rencana tersebut kembali dikaji setelah melihat kondisi pasar modal di 2009 yang dianggap kurang kondusif.

"Opsi obligasi juga sedang kami kaji," ujar Hasnul.

Namun seiring membaiknya kondisi pasar modal di triwulan II-2009, Hasnul mengatakan perseroan kembali mengkaji berbagai kemungkinan mendapatkan pendanaan dari pasar modal, termasuk convertible bond.

Meski enggan mengakui secara tersurat, Hasnul tidak menutup kemungkinan kalau TM International (sekarang bernama Axiata) bakal mengucurkan dana melalui convertible bond perseroan.

"Opsi-opsi tersebut sedang dikaji. Mungkin saja, Axiata akan ikut membantu mengucurkan dana," ujar Hasnul.

Axiata yang dulunya bernama TM International merupakan pemegang saham mayoritas EXCL. Telecom Malaysia Berhad selaku induk Axiata saat ini sedang melakukan aksi korporasi berupa rights issue senilai US$ 1,4 miliar.

Rencananya, dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar utang-utang Telecom Malaysia. Kendati demikian, sebagaimana dikatakan Hasnul, terdapat kemungkinan dana hasil rights issue Telecom Malaysia bakal dikucurkan sebagian untuk mendanai capex EXCL tahun ini.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads