Mata uang paman sam selalu mendapat 'keuntungan' dengan kembalinya investor memegang dolar AS ketika dunia sedang menghadapi ancaman global seperti ketika kejadian finansial krisis merebak. Dolar AS dinilai sebagai mata uang yang paling aman sehingga menekan gerak euro.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (27/4/2009) euro melemah ke 1,3033 dolar AS dibanding Jumat pekan lalu di posisi 1,3242 dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dolar AS menguat karena muncul risiko ketidakpastian. Pasar keuangan akan makin volatile," katanya.
Sementara rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan meski dalam kisaran yang terbatas. Rupiah akan mengikuti pergerakan saham dan mata uang regional dan tingginya permintaan dari valas korporasi di akhir bulan.
Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Selasa (28/4/2009) rupiah ada di level 10.840 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.835-10.845 per dolar AS.
(ir/ir)











































