Flu Babi Merebak, Dolar AS Diburu

Flu Babi Merebak, Dolar AS Diburu

- detikFinance
Selasa, 28 Apr 2009 08:09 WIB
Flu Babi Merebak, Dolar AS Diburu
Jakarta - Mata uang dolar AS kembali diburu sebagai mata uang yang paling aman di tengah 'kekacauan' yang terjadi saat ini dengan merebaknya ancaman flu babi yang ditakutkan akan mewabah seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di tahun 2003.

Mata uang paman sam selalu mendapat 'keuntungan' dengan kembalinya investor memegang dolar AS ketika dunia sedang menghadapi ancaman global seperti ketika kejadian finansial krisis merebak. Dolar AS dinilai sebagai mata uang yang paling aman sehingga menekan gerak euro.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (27/4/2009) euro melemah ke 1,3033 dolar AS dibanding Jumat pekan lalu di posisi 1,3242 dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjalarnya flu babi menjadi perhatian pelaku pasar dunia. Investor sangat beraksi karena melihat akan ada risiko dari menjalarnya flu babi," kata Patrick Bennett, analis dari Societe Generale Prancis, seperti dilansir dari AFP, Selasa (28/4/2009).

"Dolar AS menguat karena muncul risiko ketidakpastian. Pasar keuangan akan makin volatile," katanya.

Sementara rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan meski dalam kisaran yang terbatas. Rupiah akan mengikuti pergerakan saham dan mata uang regional dan tingginya permintaan dari valas korporasi di akhir bulan.

Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Selasa (28/4/2009) rupiah ada di level 10.840 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.835-10.845 per dolar AS.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads