Pada Senin kemarin, Trimegah hanya bisa melakukan transaksi di trading floor, sedangkan perdangan remote trading dilarang karena BEI masih menunggu presentasi perusahaan.
"Suspensi remote trading Trimegah akan dicabut hari ini," ujar Direktur Perdagangan Saham, Penelitian dan Pengembangan BEI, MS Sembiring saat dihubungi detikFinance, Selasa (28/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah melengkapi semua ketentuan yang diperlukan. Jadi sudah tidak ada masalah," ujar Sembiring.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Trimegah Rosinu mengatakan bahwa Trimegah akan kembali beraktivitas normal pada hari ini. "Iya hari ini sudah dibuka normal kembali," ujar Rosinu.
Mengenai sanksi denda sebesar Rp 200 juta, Sembiring mengatakan Trimegah memang belum melakukan pembayaran. Namun menurutnya, manajemen Trimegah tidak keberatan dengan sanksi tersebut.
"Waktu pembayaran kan bisa dilakukan kemudian. Intinya kan mereka tidak keberatan dengan sanksi denda tersebut," ujar Sembiring.
Suspensi remote trading Trimegah berlangsung sejak perdagangan Sesi II Kamis (23/4/2009) hingga penutupan perdagangan Senin (27/4/2009).
Selain suspensi remote trading, pada perdagangan Jumat (24/4/2009), Trimegah kena sanksi suspensi penuh lantaran menyebabkan gangguan sistemik pada Jakarta Autamatic Trading System Next Generation (JATS-NextG) pada Sesi II perdagangan Kamis (23/4/2009).
Namun setelah Trimegah melakukan perbaikan sistem dan melakukan presentasi pada BEI pada kemarin sore, BEI memutuskan membuka kembali suspensi remote trading Trimegah pada perdagangan hari ini.
(dro/ir)











































