Meski masih banyak investor yang menahan diri, namun rupanya pelaku pasar mulai selektif melakukan pembelian. Transaksi saham juga mulai tinggi meski ada kekhawatiran terjadi profit taking di sesi dua.
Rupiah juga mengalami koreksi terbatas karena pelaku pasar memilih memegang dolar AS saat dunia sedang cemas akan flu babi yang telah menjalar ke negara-negara maju. Flu babi dikhawatirkan akan membuat kegiatan ekonomi seperti sektor pariwisata dan penerbangan terganggu.
Pada perdagangan saham sesi siang, Selasa (28/4/2009) IHSG menguat 17,593 poin (1,12%) menjadi 1.593,674. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB terkoreksi posisi 10.855 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 1.300, Telkom (TLKM) naik Rp 350 menjadi Rp 7.450, Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 2 menjadi Rp 64, Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 11 menjadi Rp 191 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 60 menjadi Rp 1.080.
IHSG naik sendiri di tengah jatuhnya bursa saham regional pada sesi siang ini seperti Hang Seng turun 1,38%, KOSPI turun 1,59%, Nikkei turun 1,13%, STI Singapura turun 0,9% dan Taiwan turun 1,32%.
(ir/qom)











































