Paket Rugeh akan bersaing memperebutkan kursi BEI 1 melawan paket yang akan digalang oleh Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito.
Keduanya memastikan akan mendaftarkan kandidat-kandidat direksi BEI ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) hari ini, Rabu 29 April 2009. Hari ini merupakan batas terakhir pendaftaran paket direksi BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket Ito akan tersusun sebagai berikut:
- Direktur Utama: Ito Warsito (komisaris utama PT Bahana Securities).
- Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Wan Wei Yiong (kepala divisi pemasaran BEI).
- Direktur Pengembangan Usaha: Friderica Widyasari Dewi (sekretaris perusahaan BEI).
- Direktur Peraturan dan Pengawasan: Uriep Budhi Prasetyo (direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang).
- Direktur Penilaian Perusahaan: Eddy Sugito (direktur pencatatan BEI).
- Direktur Teknologi Informasi: Adikin Basirun (direktur utama PT Pacific Dua Ribu Investindo).
- Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Supandi (kepala divisi perdagangan saham BEI).
Paket Rugeh, sebagai rival paket Ito akan terdiri atas:
- Direktur Utama: I Made Rugeh Ramia (direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk).
- Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Ferry Budiman Tanja (direktur utama PT Ciptadana Securities).
- Direktur Pengembangan Usaha: Rosinu (direktur PT Trimegah Securities Tbk).
- Direktur Peraturan dan Pengawasan: Hamdi Hassyarbaini (kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI).
- Direktur Penilaian Perusahaan: A Wishnu Handoyono (direktur utama PT Bhakti Securities).
- Direktur Teknologi Informasi: Achmad Zaky Hamid (konsultan IT dan mantan direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI).
- Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Susy Meilina (direktur PT UOB Kay Hian Securities).
Semula, Orias akan menggalang paket sendiri yang terdiri atas Direktur Inixindo Didik Partono Rudiarto, Direktur PT Evergreen Capital Rudy Utomo, Direktur Perdagangan FixedIincome dan Derivatif, Keanggotaan, dan Partisipan BEI Guntur Pasaribu, Satuan Pemeriksa Internal BEI Widodo, Direktur PT Nusadana Aset Manajemen Harry S Indijanto dan Kepala Divisi PT Danareksa Sekuritas Happy Hermanto.
Namun, tim sukses paket Orias memutuskan mundur dan menyerahkan seluruh dukungan suara kepada paket Rugeh. Berdasarkan hasil konsolidasi yang dilakukan antara tim sukses paket Orias dan paket Rugeh tadi malam, keduanya memutuskan tidak memecah suara dengan menggalang dua paket.
"Tadi malam kami konsolidasi paket. Hasil konsolidasi menyimpulkan bahwa agar tidak terjadi perpecahan suara dan bisa berdampak pada industri ini kedepannya, kami memutuskan mundur dan memberikan dukungan suara kepada paket Rugeh," ujar Kepala Divisi PT Danareksa Sekuritas Happy Hermanto saat dikonfirmasi detikFinance.
Pengamat pasar modal Edwin Sinaga yang menjadi juru bicara kedua paket tersebut mengakui bahwa konsolidasi kedua paket diperlukan guna mencegah perpecahan dalam industri ini.
"Kami melihat tidak perlu menyusun dua paket tandingan melawan paket Ito, terutama jika ini bisa berdampak pada kelangsungan industri ke depannya. Oleh sebab itu, paket Orias memutuskan menyerahkan dukungan suara ke paket Rugeh yang sudah lebih siap," ujar Edwin.
Menurut sumber detikFinance, konsolidasi paket Orias dan Rugeh dilakukan lantaran keduanya belum mampu memenuhi kuota dukungan suara sebesar 10%. Oleh sebab itu keduanya memutuskan meleburkan dukungan suara agar bisa memenuhi
kuota.
"Total dukungan suara hasil konsolidasi tidak sampai 20%. Kalau mereka tidak konsolidasi tidak cukup kuota. Trimegah saja tidak mendukung paket Rugeh, meski di dalamnya ada Rosinu," ujar sumber tersebut.
Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) Aviyasa Dwipayana mengakui kalau perusahaannya tidak memberikan dukungan suara kepada paket Rugeh.
"Trimegah abstain dalam dukungan suara ke paket. Kami bersikap profesional saja, tidak ikut-ikutan mensponsori paket. Kalau Rosinu maju, ya silakan saja. Tapi kami tidak mensponsori," jelas Aviyasa.
Sementara paket Ito sudah mendapat dukungan sebesar 70% dari total nilai transaksi BEI selama periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009 yang mencapai Rp 1.674,482 triliun.
Jumlah AB yang bisa mengajukan nama kandidat sebanyak 70 AB dengan total nilai transaksi sebesar Rp 1.570,259 triliun (93,77%).
(dro/ir)











































