Bapepam: Mengkaitkan Flu Babi dan IHSG Terlalu Berlebihan

Bapepam: Mengkaitkan Flu Babi dan IHSG Terlalu Berlebihan

- detikFinance
Rabu, 29 Apr 2009 12:59 WIB
Bapepam: Mengkaitkan Flu Babi dan IHSG Terlalu Berlebihan
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai kabar-kabar di pasar modal yang mengkait-kaitkan sentimen wabah flu babi dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terlalu berlebihan.

"Mengkait-kaitkan sentimen flu babi dengan pergerakan indeks itu terlalu berlebihan," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

Menurut Fuad, wabah penyakit flu babi yang menjadi epidemi di Meksiko belum menjadi wabah yang bersifat global. Oleh sebab itu, Fuad menilai berkembangnya sentimen wabah flu babi terhadap pergerakan indeks dianggap terlalu berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau itu sudah menjadi pandemi global, mungkin akan berpengaruh pada pergerakan indeks global. Namun saat ini kan belum, jadi saya kira sentimen flu babi memberi pengaruh pada pergerakan indeks di AS maupun IHSG terlalu berlebihan," ujar Fuad.

Untuk menenangkan pelaku pasar, Fuad meminjam perkataan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari yang mengatakan bahwa pennyakit flu babi hanya bisa mewabah di negara-negara empat musim alias subtropis, dimana Indonesia tidak termasuk dalam kategori tersebut.

"Pemerintah AS juga sekarang sedang melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya wabah flu babi di AS. Jadi saya pikir sentimen itu jangan terlalu dibesar-besarkan," ujar Fuad.

Semenjak ramai-ramainya wabah flu babi, pasar saham global memang sempat terkena dampaknya. Investor khawatir flu babi akan memberi dampak seganas SARS. Hingga perdagangan Selasa (28/4/2009) kemarin,bursa Wall Street masih terkena imbasnya meski tak terlalu besar. Sementara bursa Indonesia sendiri tampaknya lebih kebal karena justru mencatat kenaikan di saat bursa-bursa regional melemah karena sentimen negatif flu babi.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads