Kembalinya investor asing ke pasar saham membuat sentimen flu babi terpinggirkan sejenak. Pasar saham Indonesia dinilai masih aman yang membuat investor asing kembali datang di tengah tekanan yang terjadi bursa global dan regional.
Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai kabar-kabar di pasar modal yang mengkait-kaitkan sentimen wabah flu babi dengan pergerakan IHSG terlalu berlebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munculnya laporan keuangan emiten triwulan I-2009 juga mulai direspons pelaku pasar. Investor juga tengah menunggu rapat the Fed pada 30 April, pengumuman inflasi 1 Mei, dan perkembangan koalisi partai politik menjelang pengajuan nama capres dan cawapres.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (29/4/2009) IHSG naik 48,270 poin (3,02%) menjadi 1.644,185. Pada sesi satu IHSG menguat 36,808 poin (2,31%) menjadi 1.632,723.
Indeks LQ-45 naik 9,808 poin (3,11%) menjadi 325,017 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,515 poin (2,89%) menjadi 267,291.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 89.438 kali, dengan volume 7,214 miliar unit saham, senilai Rp 3,156 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 30 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 90 menjadi Rp 1.380, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 80 menjadi Rp 1.210, Mitra Rajasa (MIRA) naik Rp 40 menjadi Rp 740, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 225 menjadi Rp 2.875 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 menjadi Rp 9.100.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 15.450, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 125 menjadi Rp 3.100 dan Bentoel International (RMBA) turun Rp 10 menjadi Rp 450.
Sementara bursa saham Asia pada hari ini mulai rebound seperti Hang Seng naik 2,94%, KOSPI naik 2,94%, Shanghai naik 2,78% dan STI Singapura naik 2,38%.
(ir/qom)











































