Pendapatan bersih Astra Grup mencapai Rp 21,54 triliun selama kuartal I-2009, turun tipis 1% dibandingkan dengan Rp 21,78 triliun pada tahun 2008. Laba usaha turun 16%, yaitu dari Rp 3,13 triliun menjadi Rp 2,62 triliun.
Sehingga sepanjang kuartal I-2009 Astra membukukan laba bersih Rp 1,88 triliun, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,25 triliun. Untuk pendapatan per saham turun 17% menjadi Rp 463.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otomotif dan Jasa Keuangan
Laba usaha dari segmen Otomotif dan Jasa Keuangan Astra Grup, di luar perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities, tercatat turun 15% dibandingkan kuartal I-2008 menjadi Rp 932 miliar. Sedangkan hasil bersih dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities dari segmen usaha ini mencapai Rp 376 miliar, atau turun 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total penjualan mobil nasional sepanjang kuartal pertama 2009 mencapai 100.000 unit, turun 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Porsi penjualan mobil Grup Astra, yang terdiri dari enam merek: Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW dan Peugeot, menurun 13% menjadi sekitar 58.000 unit.
Pangsa pasar mobil Grup Astra meningkat menjadi 58% dari 49% pada periode yang sama sebelumnya. Sepanjang kuartal pertama 2009 diwarnai peluncuran beberapa model facelift dan model baru, diantaranya Toyota Hilux D Cab 4x4 dan Daihatsu Luxio 1.500 cc.
Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional di kuartal I-2009 tercatat turun 15% menjadi sekitar 1,2 juta unit. Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) berkurang 9% menjadi 585.000 unit, namun pangsa pasar meningkat dari 45% menjadi 48%. Selama kurun waktu ini, AHM meluncurkan new Absolute Revo.
Penjualan PT Astra Otoparts Tbk (AOP), dengan kepemilikan saham Astra sebesar 93,9%, tercatat lebih rendah 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan penurunan di pasar domestik maupun ekspor. Laba bersih AOP turun 20% menjadi Rp 132 miliar.
Hasil yang dicapai bidang Jasa Keuangan Astra menurun sejalan dengan penurunan penjualan otomotif nasional. Total nilai pembiayaan PT Federal International Finance dan Astra Credit Companies berkurang 10% menjadi Rp 5,6 triliun. Laba bersih PT Bank Permata Tbk (BP), perusahaan asosiasi yang 44,5% sahamnya dimiliki Astra, turun 5% menjadi Rp 165 miliar dibanding periode yang sama tahun 2008.
Sumber Daya dan Lain-lain
Laba usaha dari segmen Sumber Daya dan Lain-lain, yang terdiri dari agribisnis, alat berat, pertambangan, teknologi informasi, infrastruktur dan lain-lain, menurun 18% menjadi Rp 1,7 triliun.
Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), anak perusahan dengan kepemilikan saham Astra 79,7%, tercatat lebih rendah 74% dibanding periode yang sama tahun 2008, yaitu mencapai Rp 218 miliar. Hal ini terjadi karena harga CPO menurun tajam rata-rata sebesar 32% dibanding harga CPO di kuartal pertama 2008. Selain itu, produksi juga berkurang 9% sehingga mencapai 226.000 ton.
PT United Tractors Tbk (UT), anak perusahaan dengan kepemilikan saham Astra sebesar 59,5%, mencatat laba bersih Rp 812 miliar, naik 57% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang disebabkan peningkatan hasil dari aktivitas pertambangan dan penjualan alat berat.
Anak perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan, PT Pamapersada Nusantara, membukukan peningkatan ekstraksi batubara sebesar 3% menjadi 15 juta ton dan overburden removal sebesar 22% menjadi 122 juta bcm, sementara penjualan dari hasil tambang sendiri mencapai hampir 700.000 ton.
Sementara penjualan produk Komatsu menurun 46%, kenaikan profit dari penjualan alat berat disebabkan oleh nilai tukar US dollar yang mengalami pergerakan positif serta bertambahnya volume penjualan suku cadang.
PT Astra Graphia Tbk yang 76,9% sahamnya dimiliki Astra, mencatat penurunan laba bersih sebesar 43% menjadi Rp 12 miliar yang disebabkan pengurangan margin.
Pada segmen Infrastruktur Astra, PAM Lyonnaise Jaya dengan kepemilikan saham 30%, yang mengoperasikan sistem utilitas air di bagian barat Jakarta, berhasil meningkatkan penjualan air sebesar 5% menjadi 33,6 juta meter kubik. Sedangkan pengelola jalan tol, PT Marga Mandalasakti, anak perusahaan dengan kepemilikan saham 62,6%, mencatat penurunan sebesar 2% dalam volume lalu lintas.
Nilai aktiva bersih Grup meningkat 6% menjadi Rp 35,0 triliun di akhir Maret 2009, dibandingkan dengan akhir tahun 2008, menghasilkan nilai aktiva bersih per lembar saham sebesar Rp 8.641. (qom/ir)











































