"RUPO lanjutan akan dilakukan sekitar Juni," ujar Corporate Secretary FREN, Chris Taufik saat dihubungi detikFinance, Rabu (29/4/2009).
FREN baru saja menyelesaikan RUPO yang berlangsung cukup lama hari ini. RUPO dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan baru rampung sekitar pukul 20.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati RUPO berlangsung selama hampir 5 jam, menurut Chris hasil rapat belum menemui kesepakatan final soal mekanisme penyelesaian utang obligasi perseroan.
"Hasil rapat hari ini belum mencapai kesepakatan final. Rencananya akan diadakan RUPO lanjutan Juni nanti untuk membahas opsi-opsi penyelesaian utang hingga mencapai final," jelas Chris.
Obligasi rupiah FREN senilai Rp 675 miliar sedang dalam status potensi gagal bayar lantaran perseroan tidak sanggup membayar bunga obligasi yang jatuh tempo 7 April 2009 senilai Rp 20,88 miliar. Semula, jatuh tempo pembayaran bunga ditetapkan pada 15 Maret 2009.
Namun manajemen meminta perpanjangan jatuh tempo hingga 7 April 2009, meski obligasi rupiah FREN sebenarnya jatuh tempo Maret 2012.
Obligasi rupiah berkupon bunga 12,375% per tahun ini, diterbitkan dengan menunjuk PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebagai wali amanat. Sebagai wali amanat, BNLI juga berencana menggelar RUPO secara terpisah terkait masalah potensi gagal bayar tersebut.
Berdasarkan pengumuman RUPO yang dipublikasikan FREN, agenda yang akan diajukan manajemen dalam RUPO adalah penjelasan dan pertangungjawaban FREN atas kelalaian terhadap ketentuan perjanjian perwaliamanatan dan usulan restrukturisasi penyelesaian utang obligasi perseroan.
Namun menurut salah seorang pejabat bank swasta yang menjadi pemegang obligasi FREN, dalam rapat ada usulan mempailitkan dan meminta lelang aset guna melunasi utang obligasi FREN yang berpotensi gagal bayar.
"Opsi itu memang ada. Namun membangkrutkan dan melakukan pelelangan aset kan bukan jalan yang mudah. Namun usulan kesana memang ada. Tapi kita lihat saja nanti," ujar pejabat bank swasta tersebut.
Menurut sumber tersebut, para pemegang obligasi rupiah FREN memilih opsi status pailit dan segera dilakukan pelelangan aset, ketimbang menerima usulan restrukturisasi jatuh tempo obligasi sebagaimana akan diajukan manajemen FREN dalam RUPO.
Namun menurut Chris, dalam rapat 5 jam yang baru saja selesai dilaksanakan, tidak ada usulan mempailitkan perseroan. Chris hanya mengatakan kalau para pemegang obligasi menyetujui rencana menggelar RUPO lanjutan pada Juni 2009.
(dro/qom)











































