Pada perdagangan Kamis (30/4/2009), rupiah dibuka menguat tipis di level 10.805 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.850 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (29/4/2009), dolar AS sempat bergerak melemah setelah Departemen Perdagangan merilis kontraksi ekonomi AS hingga 6,1% pada kuartal I-2009, namun belanja konsumen naik 2,2%. Data dari Depdag AS itu membuat pasar finansial semakin bergairah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan kemarin, euro menguat ke 1,3269 dolar, dari sebelumnya di level 1,3147 dolar. Euro sempat menguat hingga 1,3340 dolar. Sementara dolar AS masih mencatat penguatan atas yen ke posisi 97,66 yen, dari sebelumnya di 96,43 yen.
"Dolar berada dalam tekanan jual menjelang keputusan hari ini karena sebelumnya muncul spekulasi bahwa Fed akan mengumumkan kebijakan baru yang dikhawatirkan dapat menghancurkan status dolar sebagai safe-haven," jelas Antonio Sousa, analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
"FOMC tidak mengambil langkah pelonggaran yang kuantitatif, sehingga membantu penguatan dolar. Ini merupakan hal yang kontras dibandingkan pertemuan 18 Maret lalu, saat the Fed mengambil langkah besar melebihi ekspektasi sehingga membuat dolar AS merosot," jelas analis dari Brown Brothers Harriman.
(qom/qom)











































