Laba Bersih Bentoel Anjlok 43%

Laba Bersih Bentoel Anjlok 43%

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2009 15:36 WIB
Laba Bersih Bentoel Anjlok 43%
Jakarta - PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) mencatat penurunan laba bersih sebesar 43% menjadi Rp 23 miliar pada triwulan I-2009. Penurunan tersebut didorong oleh kerugian valuta asing sebesar US$ 2 juta.

"Laba bersih terkena imbas valas, sehingga angkanya tergerus oleh bunga," ujar Presiden Direktur Bentoel, Nicholaas B Tirtadinata dalam paparan publik di JW Mariott, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

Pada periode yang sama, pendapatan perseroan tumbuh 3% menjadi Rp 1,34 triliun dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 1,3 triliun. Posisi laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turun 18% menjadi Rp 118 miliar dibanding Rp 514 miliar pada periode sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada triwulan I-2009, volume penjualan kami turun 7% karena diterbitkannya peraturan tentang cukai rokok oleh Dirjen Bea dan Cukai," jelasnya.

Sementara, volume penjualan rokok perseroan pada periode itu mengalami penurunan menjadi 3,73 miliar batang dibanding volume penjualan pada Maret 2008 sebesar 4,01 miliar batang.Β  Berdasarkan data lembaga riset AC Nielsen pangsa rokok perseroan Group pada periode tersebut tumbuh 0,3% menjadi 3,0 miliar batang. Dimana, pangsa rokok nasional malah mengalami penurunan 4%.

Mengenai anggaran belanja modal atau capital expenditure, Nicholaas mengatakan, perseroan menganggarkan Rp 400 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli mesin dan melakukan renovasi pabrik.

"Capex tahun ini merupakan carry over dari tahun 2008 sebanyak Rp 250 miliar dan Rp 150 miliar yang baru dianggarkan tahun ini, dananya akan dipenuhi dari kas internal," tuturnya.

Dalam paparan tersebut, Nicholas juga menjelaskan, pemegang saham perseroan telah menyetujui rencana tidak adanya pembagian dividen pada tahun buku 2008.

"Pemegang saham dalam RUPS Tahunan hari ini telah setuju tidak ada pembagian dividen 2008 dan Seluruh laba bersih akan dialokasikan ke dalam pos laba ditahan," pungkasnya.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads