Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/5/2009).
"Yang kuartal satu ini kan masih rupiah, tahun depan mereka akan melakukan pembukuan dalam dolar, sudah kita setujui," ujarnya.
Ia mengatakan, alasan pemerintah menyetujui penggunaan dolar dalam laporan keuangan perusahaan gas tersebut agar bisa mencerminkan kewajibannya dan mencegah rugi selisih kurs seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
"Di kuartal satu ini mereka sudah bagus," katanya.
Sementara itu, mengenai kinerja perusahaan plat merah lainnya di tiga bulan pertama tahun 2009, ia mengatakan secara umum cukup bagus.
"Secara overall enggak ada yang rugi. Bank kinerjanya bagus, perkebunan bagus karena harga sawit sudah lebih baik. Ekonomi kita sudah cukup bagus," ujarnya.
Namun sayangnya ia belum bisa membeberkan angka kinerja triwulan pertama tersebut karena saat ini belum dihimpun seluruhnya.
"Mereka kan kasih laporan ke deputi, jadi belum dikompilasi," imbuhnya.
(ang/lih)











































