Secara total, IHSG sepanjang pekan ini masih mencatat surplus hingga 8,69% di tengah gegap gempita laporan keuangan emiten yang cukup mengesankan. Saham-saham perbankan sempat menjadi perburuan setelah sebagian besar mengeluarkan laporan keuangan yang tidak seburuk bayangan investor.
Gangguan flu babi yang sempat melemahkan bursa-bursa regional ternyata tidak menggoyahkan bursa Indonesia. Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany sebelumnya menyatakan bahwa mengkait-kaitkan flu babi dengan IHSG sebagai hal yang berlebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini adalah:
- Pada perdagangan Senin (27/4/2009) IHSG turun 15,255 poin (0,96%) menjadi 1.576,081.
- Pada perdagangan Selasa (28/4/2009) IHSG menguat 19,834 poin (1,26%) menjadi 1.595,915.
- Pada perdagangan Rabu (29/4/2009) IHSG naik 48,270 poin (3,02%) menjadi 1.644,185.
- Pada perdagangan Kamis (30/4/2009), IHSG menguat 78,581 poin (4,78%) ke level 1722,766.
- Pada perdagangan Jumat (1/5/2009) IHSG naik 6,816 poin (0,4%) menjadi 1.729,582.
Berikut review dari Panin Sekuritas:
IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat +8,69% dari pembukaan 1.591 hingga penutupan di 1.729. Kenaikan indeks didorong oleh laporan kinerja emiten bluechip yang diatas ekspektasi.
Hal ini sekaligus menghapus sesaat pengaruh dari kasus flu babi yang statusnya dinaikkan menjadi pandemi pada pekan lalu. Aksi beli investor asing terlihat dari posisi net buy yang terjadi dalam perdagangan pekan lalu.
Hal ini juga tercermin dari menguatnya nilai tukar rupiah hingga sempat menyentuh Rp 10.500 per dolar AS. Selain laporan keuangan emiten, laporan BPS yang menunjukkan terjadinya deflasi pada bulan April juga mendorong ekspektasi bahwa BI akan kembali menurunkan suku bunga acuan pada pekan depan.
Sektor perbankan, properti, dan otomotif merupakan sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
(qom/qom)











































