Menurut Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie, menurunnya laba bersih perseroan disebabkan oleh rugi kurs sebesar Rp 14,2 miliar pada tiga bulan pertama 2009. Padahal, di triwulan-I tahun lalu perusahaan emiten berkode BTEL itu justru mendapat laba kurs sebesar Rp 25,9 miliar.
"Hal ini lebih merupakan dampak dari belanja modal dalam US Dollar yang dilakukan perusahaan," katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Nusa Dua, Bali, Minggu (3/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan bersih perusahaan masih tumbuh sebesar 49 persen dari Rp 441,8 miliar di triwulan-I 2008 menjadi Rp 658,2 miliar di periode yang sama tahun ini.
Jumlah pelanggan Bakrie Telecom pada akhir Maret 2009 tercatat sebesar 8 juta pelanggan. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 78,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dimana jumlah pelanggannya tercatat sebesar 4,5 juta pelanggan.
"Di akhir tahun 2008, pelanggan Bakrie Telecom adalah 7,3 juta pelanggan," imbuhnya.
Untuk jumlah pelanggan, perseroan telah menargetkan tumbuh menjadi 10,5 juta pelanggan di tahun 2009 dan 14 juta pelanggan di tahun 2010.
(ang/lih)











































