Aktivasi Kapasitas 1 Juta Order BEI Tertunda Lagi

Aktivasi Kapasitas 1 Juta Order BEI Tertunda Lagi

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2009 09:05 WIB
Aktivasi Kapasitas 1 Juta Order BEI Tertunda Lagi
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunda aktivasi penambahan kapasitas pesanan (order) menjadi 1 juta order per hari lantaran Nasdaq OMX selaku vendor pembangun JATS-NextG belum melayangkan konfigurasi ujicoba kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Konfigurasi dari vendor belum kita terima. Jadi ujicoba di mesin produksi (mock trading) belum bisa kami laksanakan Sabtu kemarin," kata Direktur Informasi dan Teknologi BEI Bastian Purnama saat dihubungi detikFinance, Senin (4/5/2009).

Pada Sabtu (25/4/2009), BEI telah melakukan ujicoba konfigurasi kapasitas tambahan 1 juta order per hari. Hasil ujicoba tersebut belum memuaskan, sehingga aktivasi penambahan kapasitas belum dapat dilaksanakan pada Senin (27/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ujicoba waktu itu belum cukup, kami minta kepada vendor agar mengirimkan konfigurasi yang baru agar bisa kami ujicoba. Namun belum dikirim. Jadi ujicoba mock trading belum bisa dilakukan," jelas Bastian.

Menurut Bastian, konfigurasi yang dimaksud diharapkan bisa diterima BEI hari ini, agar ujicoba tahap satu di mesin development JATS-NextG bisa dilakukan hari ini.

"Kalau konfigurasi kita terima hari ini, bisa langsung kita ujicoba di mesin development. Kalau di mesin development lancara, baru hari Sabtu depan kita bisa masuk ke ujicoba mock trading. Baru setelah ujicoba mock trading, kita bisa aktivasi pada Senin depan," ujar Bastian.

Saat ini, Jakarta Automatic Trading System Next Generation ( JATS-NextG) mampu menangani hingga 500 ribu transaksi per hari dan 1 juta order per hari. Namun BEI memang tidak memasang batas maksimal.

"Jika kapasitas digunakan maksimal, maka akan berpengaruh pada kecepatan mesin. Oleh sebab itu, untuk hardware yang sekarang, batas optimum yang kami anggap bagus adalah memasang kapasitas 500 ribu order," papar Bastian pekan lalu.

Bastian menjelaskan, bahwa pemasangan kapasitas 500 ribu order sebenarnya sudah jauh lebih dari cukup, mengingat rata-rata order yang masuk BEI dalam kondisi normal hanya berkisar antara 160 ribu hingga 200 ribu order per hari.

Order masuk terbanyak sepanjang sejarah BEI baru terjadi pada Rabu (22/4/2009) yaitu sebanyak 320 ribu order. Dengan memasang kapasitas 500 order, BEI memprediksi kebutuhan penambahan kapasitas baru akan dilakukan dalam satu dua tahun ke depan.

Namun lantaran adanya gangguan sistem internal di kantor cabang PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) di Medan, Sumatera bagian Utara, yang kemudian menyebabkan gangguan sistemik pada seluruh JATS-NextG, BEI menilai perlu dilakukan penambahan kapasitas order.

Jika tidak menggunakan memori tambahan, sebenarnya kapasitas transaksi bisa ditingkatkan menjadi 1 juta order, hanya saja harus mengurangi kecepatan mesin.

Oleh sebab itu, BEI memesan memori tambahan dari salah satu vendor hardware yang ditunjuk agar kapasitas order di BEI bisa ditingkatkan hingga 1 juta order per hari tanpa mengurangi kecepatan mesin.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads