Minyak Melonjak, Wall Street Melejit

Minyak Melonjak, Wall Street Melejit

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2009 06:53 WIB
Minyak Melonjak, Wall Street Melejit
New York - Harga minyak mentah dunia melambung ke titik tertingginya sepanjang 2009. Saham-saham di Wall Street pun menguat signifikan dengan harapan ekonomi segera membaik dan setelah perbankan menyatakan kekurangan modalnya bisa dikelola dengan baik.

Saham-saham sektor perbankan menjadi bintang setelah keluarnya pernyataan dari pemerintah AS bahwa bailout tambahan kemungkinan tak diperlukan lagi. Meskipun laporan menyebutkan bahwa bank-bank di AS memerlukan tambahan modal lagi kedepannya.

Saham Citigroup tercatat melonjak 7,7%, Bank of America melonjak 19,3%, Wells Fargo melesat 23,7% dan JPMorgan naik 10,2%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjelang keluarnya stress test, tidak seorangpun mengharapkan hal positif akan keluar. Tapi jika ada situasi dimana kami tidak perlu minta tambahan uang, maka hal itu menjadi sentimen positif di pasar," ujar Dan Faretta, analis dari Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2009).

Pada perdagangan Senin (4/5/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat tajam higga 214,33 poin (2,61%) ke level 8.426,74. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 29,72 poin (3,39%) ke level 907,24 dan Nasdaq menguat 44,36 poin (2,58%) ke level 1.763,56.

Dengan penguatan tajam ini, secara total indeks S&P 500 telah bergerak positif sepanjang tahun 2009. Namun S&P 500 masih minus 42% dibandingkan titik tertingginya pada Oktober 2007.

Penguatan saham-saham perbankan terjadi setelah kabar bahwa mereka kemungkinan tidak akan meminta bailout pemerintah lagi. Bloomberg melaporkan bahwa Citigroup sedang mencari tambahan modal dari swasta ketimbang harus memberikan kontrol kepada pemerintah.

Sementara Financial Times melaporkan bahwa Bank of America juga sedang mencari suntikan modal US$ 10 miliar.

Perdagangan berjalan sangat aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,71 miliar, ketimbang rata-rata tahun lalu yang hanya 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,56 miliar, dibandingkan rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.

Harga Minyak Melonjak

Sementara itu, harga minyak mentah dunia melonjak seiring penguatan tajam di Wall Street. Perbaikan ekonomi dunia diharapkan semakin memulihkan permintaan akan minyak.

Pada perdagangan Senin kemarin, kontrak utama minyak jenis light sweet naik hingga 1,27 dolar menjadi US$ 54,47 per barel. Ini adalah level tertinggi sejak 23 November.

Sementara minyak Brent juga menguat 1,73 dolar ke level US$ 54,58 per barel.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads