Melejitnya harga minyak akan membuat saham-saham energi dan komoditas ikut terangkat. Begitu pula dengan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga akan segera merespons hasil sidang BI Rate dalam rapat dewan gubernur BI Selasa 5 Mei ini.
BI diprediksi akan memangkas suku bunga BI Rate 0,25% menjadi 7,25% setelah terjadi deflasi di bulan April sebesar 0,31%. Pencapaian deflasi ini membuat angka inflasi tahunan hingga April sebesar 7,31% yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pelaku pasar juga mulai waspada karena kenaikan IHSG yang dinilai sudah sangat tinggi rawan akan profit taking. Nilai transaksi pun diprediksi masih akan besar karena animo beli dari investor asing belum surut.
Pasar saham regional seperti Jepang, Korea dan Thailand libur nasional bahkan Jepang libur hingga Rabu mendatang. Sementara saham-saham di Wall Street menguat signifikan seiring naiknya harga minyak mentah dunia melambung ke titik tertingginya sepanjang 2009dengan. Harapan ekonomi segera membaik juga muncul setelah perbankan AS menyatakan kekurangan modalnya bisa dikelola dengan baik.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (4/5/2009), indeks Dow Jones menguat tajam higga 214,33 poin (2,61%) ke level 8.426,74. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 29,72 poin (3,39%) ke level 907,24 dan Nasdaq menguat 44,36 poin (2,58%) ke level 1.763,56.Β Β Β
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (4/5/2009) menguat 58,565 poin (3,39%) menjadi 1.788,147.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG pada awal pekan ditutup menguat tajam +3,39% pada 1.788,147. Menguatnya indeks didorong oleh menguatnya bursa regional menyusul ekspektasi pulihnya perekonomian dari resesi global. Selain itu aksi beli investor asing juga mendorong naik indeks. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak menguat meski dalam kisaran yang terbatas. Pergerakan indeks akan dibayangi oleh ancaman profit taking seiring dengan kenaikan tajam pada saham bluechip. Investor juga akan mencermati hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Kisaran support-resistance 1.760-1.810.
Optima Securities
Indeks masih terus rally 58 poin atau 3,3% mendekati 1.800 tepatnya 1.788 di dorong sektor perkebunan dan pertambangan yang menguat di atas 5%. Smart money masih terus masuk ke bursa yang tercatat Rp 317 miliar sehingga nilai transaksi bursa mencapai Rp 5,8 triliun. Gap yang terjadi di level 1.766-1.821 mulai tertutup sehingga peluang IHSG untuk menembus 1.820 cukup terbuka. Trend bullish masih sangat kuat apalagi rupiah juga menujukkan penguatan. Selanjutnya pengumuman BI rate akan menjadi katalis pergerakan bursa dengan kisaran 1.710-1.840. Beberapa saham pilihan yakni: BBCA, SGRO, ELSA, UNVR dan WIKA.
eTrading Securities
Big rally di global market diperkirakan akan berlanjut, saham yang menjadi dominan adalah saham yang mengalami kerugian kurs terbesar di tahun 2008. Rekomendasinya PGAS, TLKM, BTEL, dan UNSP untuk penguatan rupiah. Kemarin rupiah menguat terpesat di asia, menguat sekitar 4% menjadi Rp10,400/dollar penguatan berlanjut karena investor melanjutkan pemburuan di pasar berkembang seperti Asia. Pengumuman BI rate hari ini di perkirakan turun 25 bps menjadi 7,5% juga akan memberi sentiment positif ke pasar saham. (ir/ir)











































