Protif Taking Hentikan Wall Street

Protif Taking Hentikan Wall Street

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2009 06:58 WIB
Protif Taking Hentikan Wall Street
New York - Rally saham-saham di Wall Street terhenti oleh profit taking. Investor kini sedang harap-harap cemas menunggu hasil stress test atas bank-bank besar.

Hasil bocoran sementara dari stress test adalah 10 dari 19 bank besar peserta test tersebut kemungkinan harus menambah modalnya.Investor untuk sementara harus menunggu sampai keluarnya hasil stress test secara resmi pada Kamis mendatang.

Aksi jual terjadi pada saham-saham teknologi utama, perbankan, konstruksi dan manufaktur besar. Saham perminyakan yang kemarin menguat tajam akibat lonjakan harga minyak, akhirnya kembali terpangkas profit taking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sedikit profit taking hari ini. Anda juga mungkin akan melihat hal yang sama sampai hari Kamis, sampai keluarnya hasil stress test," ujar John O'Brien, senior vice president dari MKM Partners LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2009).

Pada perdagangan Selasa (5/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah tipis 16,09 poin (0,19%) ke level 8.410,65. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 3,44 poin (0,38%) ke level 903,80 dan Nasdaq turun tipis 9,44 poin (0,54%) ke level 1.754,12.

Saham-saham penentu pelemahan Dow Jones antara lain Chevron yang turun 1,4% dan JPMorgan yang melemah 2,7%, Procter & Gamble turun 2,4%. Sementara Microsoft Corp turun 2% dan menjadi penentu melemahnya Nasdaq.

Sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang menyatakan bahwa perekonomian kemungkinan bisa berbalik arah pada tahun ini. Namun ia tetap mengingatkan soal jumlah pengangguran dan rentannya sistem finansial.

Perdagangan berjalan cukup aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,53 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,56 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Terpeleset


Sementara harga minyak mentah yang kemarin sempat menembus level tertingginya sepanjang 2009 akhirnya terpeleset. Kemarin harga minyak sempat menguat tajam seiring harapan akan membaiknya perekonomian setelah resesi.

Pada perdagangan Selasa, kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni turun 63 sen mennadi US$ 53,84 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Juni turun 46 sen menjadi US$ 54,12 per barel.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads