Hot Money yang Kibarkan Rupiah

Hot Money yang Kibarkan Rupiah

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2009 07:50 WIB
Hot Money yang Kibarkan Rupiah
Jakarta - Aliran dana asing yang masuk (hot money) ke pasar saham belakangan merupakan salah satu pendukung penguatan rupiah. Hot money ini masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

Jika hot money yang masuk ke lantai bursa semakin banyak, rupiah akan mendapat 'berkah' penguatan. Meski demikian mulai ada kekhawatiran rupiah akan terkena aksi ambil untung karena sudah terlalu kuat dalam waktu yang cepat.

Posisi valas pada pukul 07.30 WIB, Rabu (6/5/2009) berada di posisi 10.405 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.400-10.410 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi rupiah Rabu pagi ini agak terkoreksi dibanding penutupan Selasa kemarin (5/5/2009) yang ada di level 10.378 per dolar AS.

Masuknya hot money ke Indonesia ini karena pelaku pasar melihat perekonomian Indonesia cukup stabil di tengah gempuran krisis finansial global.

Mulai banyaknya pasokan dolar ASΒ  di pasar juga membuat investor mulai mencari negara-negara yang memberikan tingkat imbal hasil tinggi terutama emerging market yang Indonesia termasuk salah satunya.

Meski ada penurunan BI Rate 0,25% menjadi 7,25% namun suku bunga Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara-negara maju.

Sementara itu dolar AS mulai bisa menguat terhadap euro dan yen setelah gubernur bank sentral AS Ben Bernanke mengatakan ekonomi akan mengalami rebound di tahun ini, walaupun sistem ekonomi masih rapuh dan angka pengangguran yang masih tinggi.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (5/5/2009) euro melemah ke posisi 1,3333 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3408 dolar AS. Sedangkan terhadap yen, mata uang paman sam menguat ke 98,93 yen dibanding hari sebelumnya 98,78 yen.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads