"WIKA merupakan pihak yang ditunjuk Mitsubishi Corporation untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi sipil senilai Rp 387 miliar," ujar Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam siaran persnya, Rabu (6/5/2009).
Proyek ini diharapkan selesai dalam kurun waktu 32,5 bulan dan dapat menambah pasokan listrik di Pulau Jawa, sebesar 740 MW yang dihasilkan dari dua set turbin gas dengan daya masing-masing 250 MW dan satu turbin uap berkekuatan 240 MW. Pemilihan bahan bakar gas untuk pembangkit ini didasari pada aspek lingkungan, sehingga lebih ramah lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WIKA saat ini menguasai lebih dari 30% proyek 10.000 MW tahap I yang dikeluarkan pemerintah. WIKA menyediakan layanan terintegrasi untuk proyek pembangkit berupa konstruksi sipil, EPC (engineering, procurement, dan constructions) dan IPP (Independent Power Producers).
"Kemitraan dengan partner asal Jepang ini sudah terjalin sejak lama, yaitu 20 tahun. Bagi WIKA ini merupakan kerjasama kelima kalinya dengan Mitsubishi. Sebelumnya WIKA telah menggarap PLTGU Gresik 1500 MW, PLTGU Grati, PLTGU Cilegon 740 MW, dan PLTGU Muara Karang 720 MW," ujar Bintang.
Saat ini WIKA telah meraih Rp 2,8 triliun kontrak pembangkit dengan carry over 2009 senilai Rp 1,7 trilliun dan tahun ini akan mengikuti tender pembangkit senilai total Rp 11,4 trilliun baik sebagai kontraktor sipil, EPC maupun sebagai Independent Power Producer (IPP).
Sedangkan pendapatan WIKA sampai dengan Maret tercatat sebesar Rp 1,30 triliun. Pencapaian hasil usaha WIKA untuk Triwulan I 2009 tercatat sebesar Rp 1,3 triliun dengan margin laba kotor sebesar 8,6% atau sebesar Rp 111,3 miliar.
WIKA telah memperoleh kontrak-kontrak baru sebesar Rp 2,71 triliun sampai Maret 2009, yang membuat nilai kontrak yang dihadapi WIKA menjadi Rp 10,5 triliun. Salah satu kontrak baru tersebut diperoleh dari PLN berupa pemasokan batubara untuk PLTU Tanjung Jati B sebesar Rp 1,9 triliun.
(dro/ir)











































