Rencananya pabrik yang mengolah feronikel menjadi nikel ini akan dibangun pada tahun ini dengan operator dari dalam negeri PT Aneka Tambang Tbk.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BKPM Muhammad Lutfi dalam acara seminar Indonesian Petroleum Association ke-33 di JCC, Rabu (6/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Lutfi masih enggan mengemukan perusahaan asal Eropa Barat tersebut, namun kata dia proyek senilai US$ 4,6 miliar tersebut akan melibatkan PT Aneka Tambang (Antam).
"Kalau Al-Fatihah itu sudah Walladolin," ucapnya.
Mengenai kapasitasnya, Lutfi tidak menyebutkan berapa kapasitas pabrik pengolahan tersebut. Namun pihak calon investor tersebut tidak menghendaki nama perusahaannya disebutkan.
"Saya tidak ingat kapasitasnya. Saya tidak bisa bicara namanya, cari sendiri," ucapnya tertawa.
Sekedar informasi, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sedang mencari partner strategis untuk ikut menggarap pabrik Feni IV yang nilai investasinya ditaksir mencapai US$ 1,8 miliar.
Semenjak batal kerjasama dengan BHP Biliton dan memutuskan tali kerjasama dengan PT International Nickel Tbk (INCO), perseroan berencana membangun pabrik Feni IV untuk menambah kapasitas produksi Feronikel dan bijih nikel.
Pabrik Feni IV bakal dibangun di Halmahera. Saat ini masih dalam tahap persiapan pembangunan. Rencana mulai dibangun pada 2011 hingga 2013. Operasi targetnya 2014.
(hen/ir)











































