"AB yang aktif di repo sekitar 40 AB," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia, Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
Menurut Guntur, repo-repo yang aktif ditransaksikan oleh 40 AB itu dilakukan dengan mayoritas saham yang terdaftar di BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Guntur mengatakan belum melihat adanya peningkatan nilai transaksi repo saham di BEI sepanjang tahun 2009 ini.
"Totalnya sekitar Rp 2 triliun. Tidak banyak berubah. Ada yang baru, ada yang sudah settle," jelas Guntur.
Nilai tersebut sudah turun cukup besar jika dibandingkan total nilai repo yang ada menjelang akhir tahun lalu di kisaran Rp 3-4 triliun.
Menurut Guntur, rally panjang IHSG selama 1,5 bulan terakhir belum membuat angka repo di BEI meningkat drastis. Sebagai catatan, biasanya nilai transaksi repo bakal meningkat drastis dalam bullish market.
"Saya tidak melihat ada peningkatan repo, meskipun saham naik transaksinya, obligasi juga naik," ujar Guntur.
Mengenai rencana BEI membuat acuan standarisasi transaksi Repo, Guntur mengatakan saat ini rencana tersebut masih dipersiapkan.
"Masih kita kerjakan. Rancangannya masih disusun," ujar Guntur.
(dro/ir)











































