Menurut Direktur Operasi ELSA, Eddy Sjahbuddin total kontrak yang diperjuangkan ELSA senilai US$ 163 juta itu diantaranya US$ 66 juta pada bidang geoscience, US$ 50 juta drilling dan sisanya oilfieldservices.
"Kami harapkan tahun ini bisa selesai karena rame-ramenya triwulan II lah. Nilainya sebesar US$ 163 juta dan sifatnya KKS (kontrak kerja sama) semua," kata Eddy usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (6/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kontrak baru yang sedang diincar, Eddy enggan menjelaskan secara rinci mengenai kontrak tersebut. Alasannya hal itu masih dalam tahap proses.
"Sekitar US$ 87,5 juta kami dapatkan di triwulan I/2009," ujarnya.
Pada kesempatan itu Eddy juga menyinggung masalah capital expenditure (capex) tahun 2009 sebesar US$ 5,1 juta yang sebagian besar akan dialokasikan untuk peremajaan alat-alat operasional.
"Kalau pendanaannya, kami percaya yang berasal dari sindikasi masih available. Rencananya capex akan kami gunakan untuk peremajaan alat-alat agar bisa excellent, tetapi juga ada buat yang lain," pungkasnya.
(dro/qom)











































