Saham Menguat, Minyak Meroket

Saham Menguat, Minyak Meroket

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 06:58 WIB
Saham Menguat, Minyak Meroket
New York - Bocoran dari hasil stress test menunjukkan bahwa kondisi perbankan AS tak seburuk bayangan. Ditambah data PHK yang makin berkurang, saham-saham di Wall Street pun bergerak menguat. Harga minyak mentah pun ikut meroket.

Kekhawatiran akan kesehatan perbankan AS telah menjadi isu yang menekan pasar saham dalam beberapa bulan terakhir. Namun hasil stress test yang dilakukan atas 19 bank besar AS menurut sumber tidak terlalu buruk, bahkan bank-bank lebih sehat dari bayangan.

Reuters menyebutkan, Bank of America, Citigroup dan Wells Fargo kemungkinan memerlukan tambahan modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham finansial pun langsung melesat. Saham Citigroup naik hingga 16%, Bank of America naik 17,07% dan JPMorgan naik 7%. Hasil resmi stress test baru akan diumumkan Kamis ini.

"Dalam pikiran saya, paling tidak itu berarti kita semakin dekat pada sebuah resolusi," ujar Phil Orlando, chief equity market strategist Federated Investor seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/5/2009).

"Pasar sebenarnya sedikit khawatir akan hasil stress test. Tapi terima kasih pada laporan media yang menunjukkan bahwa kekurangan modal kemungkinan lebih rendah dari yang diperkirakan," uja Andrea Kramer, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP.

Pada perdagangan Rabu (6/5/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 101,63 poin (1,21%) ke level 8.512,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,73 poin (1,74%) ke level 919,53 dan Nasdaq menguat 4,98 poin (0,28%) ke level 1.759,10.

Sentimen positif lainnya adalah data PHK April ternyata berada di titik terendah sejak November yakni 'hanya' 491.000. Data yang dirilis ADP Employer Services itu sekaligus memberi harapan resesi kemungkinan sudah berlalu.

Saham-saham sektor energi naik lagi seiring merayapnya lagi harga minyak mentah dunia. Saham Exxon Mobil naik 1,4%, Chevron naik 3,6%.

Perdagangan berjalan dengan cukup aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,87 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 3,01 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Mentah

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak menembus titik tertingginya sepanjang 2009, setelah laporan pemerintah menunjukkan cadangan minyak AS yang lebih rendah dari ekspektasi.

Pada perdagangan Kamis, kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni naik 2,50 dolar menjadi US$ 56,34 per barel atau tertinggi sejak 14 November 2008.

Sementara minyak Brent pengiriman Juni juga menguat hingga 2,03 dolar menjadi US$ 56,15 per barel.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads