Saham Energi Jadi Andalan IHSG

Saham Energi Jadi Andalan IHSG

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 07:43 WIB
Saham Energi Jadi Andalan IHSG
Jakarta - Melejitnya harga minyak dunia ke level US$ 56,34 per barel akan membuat saham-saham energi bergairan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengandalkan pergerakan harga saham energi.

Naiknya lagi harga minyak dunia bisa membuat pendapatan perusahaan energi membaik. Transaksi saham juga diprediksi masih tinggi dengan tambahan masuknya dana-dana asing.

Alhasil, IHSG pada perdagangan Kamis (7/5/2009) makin mendekati level 1.800. Namun tetap saja investor merasa perlu waspada karena ancaman aksi ambil untung yang selalu mengintai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG juga akan melihat pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang kembali dibuka pada Kamis ini setelah libur nasional tiga hari dari Senin-Rabu kemarin. Indeks Nikkei Kamis pagi ini dibuka menguat 124,98 poin (1,39%) menjadi 9.102,35.

Sementara bursa saham di Wall Street bergerak menguat setelah bocoran dari hasil stress test 19 bank AS tak seburuk yang dibayangkan. Ditambah data PHK yang makin berkurang dan harga minyak mentah yang meroket.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (6/5/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 101,63 poin (1,21%) ke level 8.512,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,73 poin (1,74%) ke level 919,53 dan Nasdaq menguat 4,98 poin (0,28%) ke level 1.759,10.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (6/5/2009) menguat 26,266 poin (1,48%) menjadi 1.798,336.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin berhasil bergerak menguat meski sempat dilanda oleh tekanan jual pada awal sesi pembukaan kemarin. Ekspektasi dari berangsur pulihnya perekonomian global mendorong bursa regional Asia bergerak menguat kemarin. Sektor pertambangan terlihat menjadi pendorong gerak indeks. Pemodal memperkirakan membaiknya perekonomian akan kembali mendorong permintaan akan metal dan bahan tambang. Sementara dari faktor eksternal, investor masih menanti hasil stress test perbankan di AS. Hasil dari stress test inilah yang diperkirakan akan dapat menentukan gerak pasar untuk beberapa waktu mendatang. Secara teknikal, kami melihat indeks hari ini akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 1.772-1.814.

Optima Securities


Meskipun terjadi profit taking pada awal perdagangan namun indeks berhasil rebound 26 poin keposisi 1.798 atau mendekati level psikologis 1.800 kembali. Sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi favorit sehingga menguat diatas 3% sekaligus menjadi penopang penurunan sektor keuangan yang terkoreksi 1,5%. Menguatnya bursa regional turut menjadi katalis bagi investor untuk membuy back sahamnya kembali. Sementara itu nilai transaksi sedikit turun dibandingkan kemarin karena itu perlu diwaspadai apakah tren profit taking dari asing masih berlanjut atau tidak mengingat indeks telah masuk zona overbought. Pergerakan harian di level 1.750-1.830 dengan pilihan saham: ENRG, INTP, BNBR, SMGR dan UNVR. eTrading Securities

Kemarin IHSG rebound setelah bergerak side-way sepanjang sesi pertama dan rebound di jam akhir perdagangan karena penguatan pesat di Singapore setelah bank-bank melaporkan earning yang lebih baik dari perkiraaan. UOB naik 10%. Hari ini Kamis jam 5 PM di US akan di umumkan hasil stress-test dari 19 bank di US yang membutuhkan dana bantuan dan besaran dana yang di perlukan. Menurut saya ini bukan bertujuan untuk memperbaiki krisis financial di US tapi untuk mengukur potensi capital yang di butuhkan.

Crude Oil kembali bergerak ke utara naik 5% menjadi $56/barrel dampak dari rally di pasar saham. Katalis jangka pendek baik untuk BUMI, ITMG, dan ADRO. Rally di saham TINS (+4%) terdorong dari penguatan base metal timah yang meningkat +5% menjadi $13.375/ton. Indonesia mencatat 30% produksi timah dunia, sehingga mampu memperhatankan penurunan dan memicu pergerakan harga Tin di dunia. 

Sementara Rupiah kembali menguat dan kita memperkirakan akan terus berlanjut dan mampu menembus level di bawah 10.000/USD. Signal penguatan rupiah bisa menjadi katalis positif untuk perusahaan yang highly forex sensitive yaitu PGAS dan SMCB. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads