Sucaco Revisi Target Penjualan 2009

Sucaco Revisi Target Penjualan 2009

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 14:39 WIB
Sucaco Revisi Target Penjualan 2009
Jakarta - PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) akan merivisi target penjualan tahun ini menjadi Rp 1,2 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun. Penyebabnya, perseroan yang bergerak dalam produksi kabel ini melihat masih belum stabilnya kondisi pasar global dan domestik.

"Sebenarnya target penjualan tahun 2009 sebesar Rp 1,8 triliun, tapi dengan melihat kondisi krisis tapi di Indonesia maka perseroan merivisi targetnya menjadi Rp 1,2 triliun," kata Direktur SCCO, Bayu Adiwijaya Soepono dalam paparan publik, Kamis (7/5/2009).

Hingga akhir tahun lalu, penjualan perseroan mencapai Rp 2,1 triliun. Sedangkan penjualan pertiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 265,805 miliar. Selain itu, di Indonesia sendiri telah terjadi penundaan pembangunan proyek percepatan
listrik Jawa-Bali sebesar 150 KV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, perseroan berharap dengan proyek senilai US$ 20 juta tersebut dapat terealisasikan pada tahun ini juga. Perseroan merupakan pemenang tender PLN dengan menggandeng kontraktor Arifa.

"Sebenarnya tender bisa diaktifkan dengan uang muka pada Maret, tapi sampai dengan saat ini belum ada informasi selanjutnya," ungkap Bayu.

Sedangkan, Nicodemus M Trisnadi sebagai Direktur Sucaco mengatakan, pihaknya tahun ini tidak menganggarkan belanja investasi. Itu terjadi karena penurunan order permintaan kabel dan turunya harga tembaga.

"Fasilitas sudah cukup," tuturnya.

Untuk itu, perseroan belum akan melakukan pendanaan dari perbankan. Sebelumnya, perseroan telah melakukan pinjaman dari BCA sebesar Rp 100 miliar.

Hingga per 30 Maret 2009 lalu, perseroan membukukan laba kotor Rp 32,997 miliar atau turun 31,11% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 614,907 miliar.

Hal itu menyebabkan, laba usaha turun sebesar 21,98% menjadi Rp 19,353 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 24,807 miliar. Akibatnya, laba bersih perseroan turun 81,07% menjadi Rp 19,353 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,515 miliar.

Sehingga laba per saham juga turun sebesar 81,07% menjadi Rp 6 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 31,69. Sementara itu, laporan penjualan perseroan hingga Maret 2009 terlihat ekspor sebesar 0,63%, proyek
2,49%, PLN 10,01 persen dan swasta 86,87%.




(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads