Laba Holcim Tergerus Rugi Kurs

Laba Holcim Tergerus Rugi Kurs

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 16:27 WIB
Laba Holcim Tergerus Rugi Kurs
Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan rugi bersih di triwulan I-2009 sebesar Rp 77,495 miliar karena rugi selisih kurs atas utang dalam dolar AS dibanding triwulan I-2008 yang mencetak laba Rp 138,172 miliar. Sedangkan pendapatan masih tumbuh 27%.

Lonjakan tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari Rp 9.192 pada triwulan pertama 2008 menjadi Rp 11.575 pada triwulan pertama tahun ini, berdampak pada laba bersih perusahaan karena rugi selisih kurs atas utang dalam dolar AS.

Akibatnya, perusahaan harus membukukan beban keuangan dan 'beban lain-lain' naik menjadi hampir Rp 350 miliar, sementara pada tahun sebelumnya perusahaan mampu mencatatkan 'pendapatan lain' sebesar Rp 61 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang triwulan I-2009 angka penjualan Holcim Indonesia meningkat 27% menjadi Rp 1,122 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 885,775 miliar.

Meskipun permintaan semen dalam negeri umumnya menurun, Holcim mampu mencatatkan volume penjualan sebesar 1.503.000 ton, 7% lebih tinggi (termasuk ekspor) pada triwulan pertama.

"Muncul ketidakpastian di pasar sampai dengan pemilu legislatif, namun hasil usaha kami menunjukkan angka yang menggembirakan pada awal tahun dan ini didukung oleh kuatnya merek Holcim di pasar serta Perusahaan mampu mendistribusikan produknya di sektor bahan bangunan dengan efektif," kata Tim Mackay, Presiden Direktur Holcim Indonesia dalam siaran pers, Kamis (7/5/2009).

Laba usaha naik 90% menjadi Rp 252 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 132,592 miliar. Hasil usaha meningkat tajam karena efisiensi dan manajemen biaya yang semakin baik serta turunnya beban usaha sebesar 8% dibanding tahun 2008. Perusahaan mampu meningkatkan jumlah kas dan mencatatkan kenaikan EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) sebesar 52% menjadi Rp 350 miliar.

Kuatnya posisi kas perusahaan dan meningkatnya pendapatan usaha membuat Holcim mampu membayar kewajiban utangnya pada tahun 2009 dan melanjutkan rencana yang sudah berjalan sejak 2008 untuk melakukan konversi pinjaman dalam dolar AS menjadi fasilitas pinjaman rupiah dan mengupayakan syarat pinjaman yang lebih baik.

"Kami baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Holcim Malaysia, dan jika disetujui oleh para pemegang saham, akan ada sumber pendapatan valuta asing baru bagi Perusahaan, dan kami akan dapat melayani pasar ekspor dengan lebih baik," jelas Tim Mackay.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, Holcim Indonesia akan mampu memenuhi permintaan dalam negeri pada saat perekonomian kembali tumbuh pada tahun 2010 sesuai perkiraan pemerintah.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads