Dalam laporan keuangan triwulan I-2009 FREN seperti dilansir dari BEI, Jumat (8/5/2009), FREN membukukan pendapatan usaha Rp 93,618 miliar. Jumlah pendapatan ini turun tajam 55% dibanding triwulan I-2008 yang sebesar Rp 210,142 miliar.
Sementara beban usaha meningkat dari Rp 207,359 miliar di triwulan I-2008 menjadi Rp 261,516 miliar di triwulan I-2009. Akibatnya perseroan membukukan rugi usaha Rp 167,897 miliar dibanding triwulan I-2008 yang mencatat laba usaha Rp 2,782 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan juga harus menanggung beban bunga dan keuangan yang makin tinggi sebesar Rp 115,083 miliar dibanding triwulan I-2008 sebsar Rp 84,823 miliar.
Dengan pencapaian angka-angka di atas perusahaan akhirnya membukukan rugi bersih yang membengkak hingga Rp 180,636 miliar dibanding triwulan I-2008 yang rugi bersih hanya Rp 22,3 miliar.
Perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo ini per triwulan I-2009 memiliki total aset Rp 4,771 triliun naik tipis dibanding triwulan I-2008 Rp 4,657 triliun.
Saham FREN saat ini belum bisa diperdagangkan karena disuspensi BEI sejak 16 Maret 2009. Suspensi dilakukan karena FREN belum menyerahkan dana pembayaran bunga obligasi ke-8 kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku agen pembayaran. Harga saham FREN sebelum disuspensi sebesar Rp 50.
(ir/qom)











































