CIMB GK Securities dalam kajian terhadap saham-saham bank seperti dilansir Sabtu (9/5/2009) mengakui ekspektasinya terhadap valuasi sektor perbankan sudah hampir tercapai.
"Dalam 2 bulan terakhir, Bank Danamon (BDMN), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) telah outperform karena menyesuaikan valuasi terhadap ROE karena risk appetite yang sudah kembali," analis CIMB GK Mulya Chandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga penyesuaian tersebut berakhir, CIMB percaya pasar sudah bergerak ke fase berikutnya. Ini adalah fase pemilihan saham berdasarkan fundamental, dan bukan lagi berdasarkan persepsi risiko seperti fase berikutnya," katanya.
Tugas utama pelaku pasar adalah memilih saham perbankan yang memiliki potensi upside fundamental sehingga memiliki valuasi yang lebih tinggi.
"Kami tetap overweight sektor ini dan memilih BMRI, BDMN dan BBRI untuk fundamental. Kami tetap Neutral terhadap BBCA," katanya.
Penurunan kualitas aset pada triwulan I-2009 masih di bawah kendali. Special mention loan juga sudah berkurang dari triwulan IV-2008. Lag analysis menunjukan potensi NPL yang tinggi sebagian besar sudah berlalu pada triwulan I hingga triwulan II-2009.
Meskipun kontraksi kredit pada 1Q09, penyaluran kredit akan mulai tumbuh lagi pada triwulan II-209. Likuiditas telah meningkat dan deposito tidak lagi 'segmented' pada bank tertentu seperti beberapa bulan lalu. 5 bank terbesar yang disurvei CIMB melaporkan 20-150 basis poin penurunan bunga kredit year to date (ytd) dan CIMB percaya masih akan turun.
Screen search CIMB menilai BMRI memiliki potensi upside yang paling tinggi karena operating profit naik 2x lipat dalam 3 tahun, sementara laba bersih belum naik terlalu banyak karena write-off yang besar. Pada tahun 2007-2008, BMRI telah melakukan write-off Rp 7 triliun untuk memangkas NPL dari 16% menjadi 5%. Setelah write off ini menjadi normal, ROE bisa dinaikan sebesar 3%, sehingga PBV akan naik 0,5 kali.
BDMN dan BBRI menjadi pilihan berikutnya karena upside pada penyaluran kredit (consensus sebesar 13-16%). Keduanya memiliki rekam jejak yang baik dalam pertumbuhan kredit.
Bank Central Asia
Standard Deviation Channel periode 17 menunjukkan tren turun dengan kemiringan -2.9 ,yang diikuti oleh trend serupa di garis linear regresi dari volume. Money Flow cenderung untuk melorot ke 46.4 dari 49.1. Chaikin,yang telah memotong garis kritikal 0.00, kemungkinan akan menuju -0.11. MACD di trend bearish. BBCA semakin kelihatan kurang menarik jika hari ini menembus IDR 3200 dengan volume yang significant
Konsolidasi bawah: minor Rp 3.275, major Rp 3.200
Konsolidasi atas: minor Rp 3.425, major Rp 3.500
Bank Mandiri
Chaikin cenderung bergerak dalam rentang 0.19-0.27 sementara Money bergerak antara 80-64.97. Standard Error Channel periode 32 menunjukkan trend naik dengan kemiringan +25.3 sementara garis linear regresi volume terlihat naik marginal. Penurunan di bawah Rp 2.650 dengan volume yang signifikan hanya akan memperkokoh trend turun di MACD
Konsolidasi bawah: minor Rp 2.750 major Rp 2.650
Konsolidasi atas: minor Rp 2.925, major Rp 3.050
(ir/ir)











































