Menguji Kekuatan Rupiah

Menguji Kekuatan Rupiah

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2009 07:47 WIB
Menguji Kekuatan Rupiah
Jakarta - Keberlanjutan penguatan rupiah masih akan diuji pekan ini. Meski ada prediksi rupiah punya peluang ke 10.000 per dolar AS namun untuk mencapai level tersebut tidak mudah karena ancaman profit taking.

Pada perdagangan valas pukul 07.30 WIB, Senin (11/5/2009) rupiah ada di level 10.375 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.370-10.380 per dolar AS. Posisi rupiah ini tidak jauh berbeda dengan penutupan Jumat pekan lalu (8/5/2009) di level 10.368 per dolar AS.

Pergerakan rupiah masih akan menggantungkan pada aliran dana yang masuk ke pasar saham. Dana asing yang mengalir ke pasar saham karena investor asing melihat perekonomian Indonesia masih cukup baik dan bisa tumbuh dibanding negara lain seperti Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan investor lokal melihat investasi saham lebih menguntungkan setelah suku bunga deposito cenderung turun mengikuti penurunan BI Rate.

Rupiah juga akan mengikuti pergerakan mata uang regional dan memanfaatkan sentimen melemahnya dolar AS. Melemahnya dolar AS membuat harga minyak mentah dunia dalam sepekan terakhir terus merangsek mendekati level US$ 60 per barel.

Pada perdagangan Jumat (8/5/2009), kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni ditutup naik 1,92 dolar menjadi US$ 58,63 per barel. Kontrak sempat mencapai harga tertinggi intraday di US$ 58,69 per barel. Secara total, sepanjang pekan lalu harga minyak sudah melonjak hingga 10% dan mencapai titik tertinggi sejak pertengahan November 2008.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads