Jumlah pendapatan triwulan I-2009 mencapai Rp 14,7 triliun atau turun 2,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 15 triliun.
Demikian bahan laporan Telkom dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2009).Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan porsi utang dolar AS telah meminimalisir kerugian akibat kurs," tulis bahan paparan publik Telkom.
Capex tahun 2009 dianggarkan sebesar US$ 2,1 miliar. Fokus untuk capex akan digunakan untuk new wave business. Jumlah pelanggan seluler 72,1 juta naik 40,5% dari triwulan I-2008 sebesar 51,3 juta.
Pelanggan fixed wireless sebanyak 13,4 juta naik 99,4% dari periode yang sama tahun lalu 6,7 juta. Serta fixed wireline 8,7 juta turun 0,1% dari periode yang sama tahun lalu 8,7 juta.Β
Kinerja 2008
Telkom membukukan laba bersih 2008 sebesar Rp 10,6 triliun atau turun 17,4% dari tahun 2007 sebesar Rp 12,9 triliun.
Telkom mencatat utang tahun 2008 sebesar Rp 19,752 triliun yang komposisinya 71% dalam rupiah, 21% dalam dolar AS dan 8% dalam yen.
Total utang tahun 2007 sebesar Rp 15,771 triliun dengan komposisi 61% rupiah, 31% dalam dolar AS dan 7% dalam yen.
Porsi utang dolar AS menurun sebesar 10% di 2008, penurunan tersebut telah meminimalisir kerugian forex dalam tahun 2008.
Jumlah pendapatan tahun 2008 mencapai Rp 60,7 triliun naik 2,1% dari tahun 2007 sebesar Rp 59,4 triliun. Pelanggan seluler mencapai 65,3 juta pelanggan naik 36,4% dari tahun 2007 yang sebesar 47,9 juta pelanggan.
Pelanggan Fixed wireless 12,7 juta pelanggan naik 100% dari tahun lalu 6,4 juta pelanggan. Fixed wireline sebanyak 8,6 juta pelanggan turun tipis 0,6% dari tahun 2007 sebesar 8,7 juta pelangan.
(dro/ir)











































