Menurut Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo perusahaan yang sebelumnya menetapkan target kontrak baru tahun 2009 sebesar Rp 9,39 triliun ini banyak mendapatkan kontrak dari unit bisnis konstruksi sipil umum dan konstruksi
energi.
"Segmen yang paling besar menyumbangkan carry over dari tahun 2008 dari unit bisnis sipil umum dan konstruksi energi yang masing-masing Rp 2,51 triliun dan Rp 1,75 triliun," kata Bintang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasional WIKA selama triwulan I surplus sebesar Rp 201,06 miliar. Hal ini didorong oleh besarnya penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 1,63 triliun setelah dikurangi dengan pengeluaran kas kepada pemasok beban usaha, pembayaran bunga dan pajak sebesar Rp 1,43 triliun.
"Kami juga banyak mendapatkan kontrak dari luar negeri seperti Aljazair, tetapi di dalam negeri kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja kami. Namun semua harus tetap dikaji dengan hati-hati terutama dengan mitigasi risiko," pungkasnya.
Dividen
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana membagikan dividen tahun 2008 sebesar Rp 46,8 miliar atau 30% dari laba bersih tahun 2008 yang sebesar Rp 156 miliar.
Menurut Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo rencana tersebut akan dimintakan persetujuan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 28 Mei mendatang.
"Rencananya kami ingin seperti tahun lalu sekitar 30 persen, tapi kami harus meminta persetujuan RUPS dulu," kata Bintang di Jakarta, Senin (11/5/2009).
Tahun 2008, WIKA membukukan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp 156 miliar, naik 21% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 129 miliar. Pertumbuhan penjualan dari sektor jasa konstruksi mendongkrak kinerja perseroan.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pendapatan perseroan dari sektor jasa konstruksi. Tahun 2008, WIKA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,56 triliun, naik 53% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 4,28 triliun. (dro/ir)











































